Pemerintah Berbelasungkawa atas Gugurnya 3 Prajurit TNI di Lebanon

  • 31 Mar 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Mensesneg Prasetyo Hadi menyatakan kedukaan pemerintah Indonesia atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon
  • pemerintah Indonesia melayangkan permintaan investigasi mendalam terkait gugurnya tiga prajurit TNI saat menjalankan misi perdamaian UNIFIL

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, menyatakan bahwa pemerintah Indonesia berbelasungkawa atas gugurnya tiga prajurit TNI di Lebanon. Ketiga prajurit itu gugur, saat menjalankan tugas misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) baru-baru ini.

"Berkenaan dengan berita gugurnya tiga prajurit TNI kita, yang sedang menjalankan tugas sebagai anggota penjaga perdamaian di Lebanon. Mewakili Bapak Presiden, tentunya kami pemerintah menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya," kata Prasetyo dalam keterangannya kepada wartawan, Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Lebih lanjut Mensesneg mengatakan, sebagai respon dari insiden tersebut, pemerintah Indonesia telah menyampaikan sikap. Ditegaskannya bahwa Indonesia, mengecam peristiwa gugurnya tiga prajurit TNI tersebut.

Untuk itu Prasetyo mengungkapkan bahwa pemerintah melalui Kementerian Luar Negeri (Kemlu) telah melakukan koordinasi dengan otoritas setempat. Ia menyatakan bahwa pemerintah Indonesia menginginkan adanya penyeleidikan mendalam terkait peristiwa gugurnya tiga prajurit TNI.

"Pemerintah telah menyampaikan sikap. Termasuk menyayangkan kejadian ini, sekaligus meminta kepada otoritas-otoritas terkait untuk melakukan investigasi," ujarnya.

Diketahui, Kemlu pada Senin, 30 Maret 2026, mengkonfirmasi kabar prajurit TNI yang gugur saat menjalankan misi perdamaian. Prajurit TNI atas nama Praka Farizal Rhomadhon, gugur saat bertugas dalam pasukan perdamaian UNIFIL pada Minggu, 29 Maret 2026.

Praka Farizal Rhomadhon gugur tertembak artileri yang mengarah sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr. Sementara itu pada Selasa, 31 Maret, Kementerian Pertahanan (Kemhan) juga mengkonfirmasi dua prajurit TNI lainnya yang dinyatakan gugur.

Kedua prajurit tersebut yakni Kapten (Inf) Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan. Hal itu disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Sekretariat Jenderal Kemenhan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait.

Kedua prajurit TNI yang gugur di kawasan Lebanon Selatan, saat itu sedang melakukan tugas pengawalan pasukan UNIFIL pada Senin (30/3). Di kawasan tersebut, selain dua prajurit dinyatakan gugur, terdapat dua prajurit lainnya sedang mendapatkan penanganan medis intensif.

"Dalam insiden tersebut, dua prajurit TNI dilaporkan gugur, sementara dua prajurit lainnya mengalami luka berat. Para prajurit yang mengalami luka saat ini telah mendapatkan penanganan medis intensif di fasilitas kesehatan di Beirut," imbuh Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....