Indonesia Desak Penyelidikan Segera Gugurnya Personel Garuda di UNIFIL Lebanon

  • 31 Mar 2026 15:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Indonesia menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Garuda di UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan.
  • Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan.
  • UNIFIL mengatakan, penyelidikan terhadap tewasnya personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL pada Minggu, 29 Maret 2026, sedang berlangsung tetapi akan memakan waktu.

RRI.CO.ID, Tokyo - Indonesia menuntut pertanggungjawaban atas gugurnya tiga personel penjaga perdamaian Garuda di UNIFIL pada 29 dan 30 Maret 2026 di Lebanon Selatan. Kata Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang dalam keterangan tertulis, Selasa, 31 Maret 2026.

“Keselamatan dan keamanan personel penjaga perdamaian PBB tidak dapat ditawar. Setiap tindakan yang membahayakan mereka merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan tidak boleh dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” ujar Yvonne Mewengkang saat mendampingi Menlu RI dalam kunjungan resmi Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo, Jepang.

Yvonne mengungkapkan, Indonesia mendesak dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan. Menurutnya, langkah ini utamanya dilakukan untuk mengungkap pihak yang seharusnya bertanggungjawab.

“Indonesia menyerukan dilakukannya penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan untuk mengungkap fakta. Termasuk, kronologi kejadian serta pihak yang bertanggung jawab, dan menegaskan bahwa akuntabilitas penuh harus ditegakkan,” katanya.

Satu personel penjaga perdamaian Garuda UNIFIL gugur di Lebanon Selatan pada Minggu, 29 Maret 2026. Diketahui Praka Farizal Rhomadhon gugur dalam serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr.

Insiden yang terjadi di tengah saling serang artileri antara Israel dan Hizbullah juga menyebabkan tiga personel penjaga perdamaian Garuda terluka. Praka Rico Pramudia mengalami luka berat, sedangkan Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan.

2 personel Garuda di UNIFIL lainnya kembali gugur di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, Senin, 30 Maret 2026. Serangan ini juga melukai dua personel penjaga perdamaian Garuda lainnya.

“Pemerintah RI mengutuk sangat keras serangan kedua yang terjadi secara beruntun di dekat Bani Haiyyan, Lebanon selatan, pada 30 Maret 2026, yang menimpa peacekeepers Indonesia. Mereka bertugas di bawah United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL), yang mengakibatkan gugurnya kembali dua personel dan melukai dua lainnya,” ucap Jubir Kemlu RI menekankan.

“Terulangnya serangan keji terhadap peacekeepers Indonesia dalam waktu yang singkat merupakan tindakan yang sama sekali tidak dapat diterima.” ucapnya menegaskan.

Sementara, penyelidikan terhadap tewasnya personel penjaga perdamaian RI di UNIFIL pada Minggu, 29 Maret 2026, sedang berlangsung tetapi akan memakan waktu. kata Juru Bicara UNIFIL Kandice Ardiel kepada UN News.

“Untuk saat ini, kami belum memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang sebenarnya terjadi, tetapi itulah yang akan ditemukan oleh penyelidikan. Setelah penyelidikan selesai, sesuai praktik biasa, kami akan membagikannya kepada pihak-pihak terkait,”

“Dan, tergantung pada hasilnya, jika kami menemukan pihak yang bertanggung jawab, kami akan memberi tahu mereka dan kami akan secara resmi memprotes hal itu kepada mereka.”

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....