TNI : Praka Farizal Rhomadhon, Personel UNIFIL Gugur di Lebanon Selatan
- 30 Mar 2026 18:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- TNI menyampaikan rasa berduka mendalam atas gugurnya satu prajurit serta tiga korban luka yang tengah bertugas di Lebanon Selatan.
- TNI mengkonfirmasi seorang prajurit yang gugur pada serangan, Minggu, 29 Maret 2026 merupakan Praka Farizal Rhomadhon.
- Prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut.
RRI.CO.ID, Jakarta - TNI menyampaikan rasa berduka mendalam atas gugurnya satu prajurit serta korban luka yang tengah bertugas di Lebanon Selatan. Keempat prajurit TNI itu merupakan personel penjaga perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
TNI mengkonfirmasi seorang prajurit yang gugur pada serangan, Minggu, 29 Maret 2026 merupakan Praka Farizal Rhomadhon. Kata Kepala Dinas Penerangan Angkata Darat, Brigjen TNI Donny Pramono dalam pernyataan tertulis, Senin, 30 Maret 2026.
“Berdasarkan laporan dari daerah penugasan, insiden tersebut menimpa Prajurit TNI yang tergabung dalam Kompi C UNP 7-1 Satgas Yonmek XXIII-S/ UNIFIL. Dalam kejadian tersebut, Praka Farizal Rhomadhon dinyatakan gugur, kemudian Praka Rico Pramudia mengalami luka berat,” ujarnya.
“Serta Praka Bayu Prakoso dan Praka Arif Kurniawan mengalami luka ringan yang saat ini telah mendapatkan penanganan medis.”
Kadispenad menambahkan, dua prajurit yang mengalami luka ringan telah mendapatkan perawatan di Hospital Level I UNIFIL. Sementara itu, satu orang prajurit dengan luka berat telah dievakuasi menggunakan helikopter menuju Rumah Sakit St. George di Beirut untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Adapun prajurit yang gugur saat ini disemayamkan di East Sector Headquaters dan dalam penyelesaian administrasi pemulangan ke Indonesia dengan dibantu oleh pihak KBRI Beirut. Sementara, seiring dengan peningkatan eskalasi di Lebanon, TNI telah mengambil langkah-langkah peningkatan kewaspadaan sesuai dengan Standard Operating Procedure (SOP) UNIFIL.
“Insiden terjadi di tengah saling serang artileri dan hingga saat ini belum dapat dipastikan pihak yang secara langsung menyebabkan kejadian tersebut. Proses investigasi masih dilakukan oleh UNIFIL,” kata Kadispenad menjelaskan.
TNI menegaskan komitmen untuk melaksanakan tugas sebagai bagian dari misi perdamaian dunia di bawah mandat PBB secara profesional dan penuh tanggung jawab. Yaitu, dengan tetap mengutamakan keselamatan Prajurit.
“TNI juga terus memonitor perkembangan situasi di lapangan. Serta, menyiapkan langkah-langkah kontingensi sesuai dinamika di Daerah Penugasan Lebanon,” ucapnya.
Adapun satu personel pemelihara perdamaian Indonesia dan tiga personel lainnya terluka saat bertugas di UNIFIL. Setelah serangan artileri tidak langsung mengenai posisi kontingen Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr pada tanggal 29 Maret 2026.
Insiden terjadi di tengah laporan saling serang antara militer Israel dan kelompok bersenjata di Lebanon selatan, Hizbullah. Indonesia mengecam keras insiden tersebut dan menyerukan dilakukannya penyelidikan yang menyeluruh dan transparan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....