Strategi Diversifikasi Energi, DPR Ingatkan Penting Pendekatan Multilateral

  • 30 Mar 2026 09:31 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin mengingatkan, pentingnya pendekatan multilateral dalam menghadapi situasi geopolitik Timur Tengah.
  • Politikus PKB ini menegaskan, pemerintah harus melindungi aset strategis Indonesia di tengah konflik Amerika Serikat dengan Iran
  • Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi XII DPR RI, Syafruddin mengingatkan, pentingnya pendekatan multilateral dalam menghadapi situasi geopolitik Timur Tengah. Strategi diversifikasi pasokan energi oleh Pertamina harus dipercepat, agar tidak bergantung pada jalur rawan konflik.

Politikus PKB ini menegaskan, pemerintah harus melindungi aset strategis Indonesia di tengah konflik Amerika Serikat dengan Iran. Pernyataan tegasnya ini, merespons kapal tanker milik PT Pertamina Persero yang masih tertahan di Selat Hormuz.

“Ini bukan hanya soal kapal, tapi soal bagaimana negara hadir melindungi aset strategis. Sekaligus, warganya di tengah konflik global," kata Syafruddin dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 30 Maret 2026.

Presiden Prabowo Subianto, menurut Syafruddin, perlu menunjukkan kepemimpinan langsung dalam situasi seperti ini. Keterlibatan langsung Presiden Prabowo, dinilainya memperkuat posisi tawar Indonesia sebagai negara non-blok.

"Selat Hormuz merupakan jalur vital yang dilalui sekitar 20 persen distribusi minyak dunia. Sehingga, gangguan di wilayah tersebut tidak hanya berdampak pada Indonesia, tetapi juga stabilitas energi global," ucap Syafruddin.

Diketahui, dua kapal tanker Pertamina tertahan akibat meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut. Termasuk, kebijakan penutupan Selat Hormuz oleh Iran sebagai respons konflik dengan Amerika Serikat dan Israel.

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri dan KBRI Teheran saat ini masih melakukan diplomasi intensif. Semua itu, demi memastikan keselamatan kapal dan awaknya.

Pencarian tiga Anak Buah Kapal (ABK) WNI kapal tug Musaffah 2 masih dilakukan oleh otoritas Oman dan Persatuan Emirat Arab (PEA). Kata Duta Besar RI untuk PEA, Judha Nugraha dalam keterangan tertulis kepada RRI, Sabtu, 28 Maret 2026.

Dubes Judha menyebut, KBRI Abu Dhabi berkoordinasi dengan KBRI Muscat terus menangani insiden ledakan di kapal tug Musaffah 2 di Selat Hormuz. Dubes Judha mengungkapkan, hingga saat ini ketiga ABK WNI masing-masing berinisial M, S dan A, belum ditemukan.

“Tiga awak WNI yang hilang masih blm ditemukan. Otoritas Oman dan Otoritas PEA belum memberikan pernyataan resmi terkait hasil pencarian para korban,” ujar Dubes Judha

Sedangkan, seorang WNI selamat yang bertugas sebagai kapten kapal atas nama Rano Djama, telah selesai menjalani operasi luka bakar dan diperbolehkan keluar dari rumah sakit. KBRI Abu Dhabi juga telah menerbitkan paspor baru, dikarenakan paspor lama Rano turut tenggelam bersama kapal Musaffah 2.

“KBRI telah membantu penerbitan paspor baru dan juga memfasilitasi hak kompensasi dari pihak perusahaan. Yang bersangkutan berencana menjalankan masa cuti di Indonesia, setelah kondisi kesehatannya lebih baik,” kata Dubes Judha.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....