Anggota DPR Minta Pertamina Tetap Maksimalisasikan Sumber Daya Energi Lokal
- 29 Mar 2026 11:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim mengingatkan, strategi jangka pendek tersebut harus diimbangi dengan langkah fundamental
- Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar, baik migas maupun energi baru dan terbarukan
RRI.CO.ID, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR, Rivqy Abdul Halim, menyoroti langkah PT Pertamina (Persero) melakukan diversifikasi sumber impor minyak. Hal ini dilakukan sebagai antisipasi terhadap ketidakpastian global pascakonflik Amerika Serikat (AS) dengan Iran.
Rivqy mengingatkan strategi jangka pendek tersebut harus diimbangi langkah fundamental untuk memperkuat kemandirian energi nasional. Ini karena Indonesia memiliki sumber daya energi yang besar, baik migas maupun energi baru dan terbarukan.
“Ini yang harus dimaksimalkan secara serius dan konsisten,” kata politisi PKB itu, Minggu, 29 Maret 2026 di Jakarta. Sehingga, lanjut dia, Indonesia tidak terus menerus tergantung pada impor yang sangat rentan terhadap dinamika global.
Menurut Rivqy, optimalisasi potensi energi dalam negeri menjadi kunci utama untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor. Hal ini mengingat Indonesia masih mengimpor sekitar 20 persen kebutuhan minyak dari kawasan Timur Tengah.
“Langkah mencari alternatif impor dari kawasan lain saya kira sudah cukup baik,” ucapnya. Artinya, hal ini menunjukkan adanya upaya mitigasi yang mulai berjalan.
Rivqy juga mendorong sinergi antara pemerintah dan BUMN untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Baik melalui diversifikasi pasokan, efisiensi distribusi, maupun percepatan pengembangan energi domestik.
“Momentum ini harus dimanfaatkan untuk berbenah,” ujarnya, Menurut Rivqy, ketahanan energi bukan hanya soal pasokan, tapi juga soal kedaulatan dan keberpihakan kepada rakyat.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebelumnya memastikan stok BBM tetap aman. Namun, terkait LPG Bahlil meminta masyarakat bijaksana untuk hemat menggunakannya
“Saya menyarankan masyarakat bijaksana menggunakan LPG,” ujarnya. Menurut Bahlil, impor LPG Indonesia sudah mencapai 70 persen, sementara impor BBM dari Timur Tengah hanya 20 persen.
Ditanya soal kapal tanker Indonesia yang masih tertahan di Selat Hormuz, Bahlil mengatakan, masih terus melakukan komunikasi dengan Iran. “Memang tidak mudah bagaimana caranya kapal kita keluar dari Selat Hormuz, tetapi kami terus membangun komunikasi,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....