Konflik Timur Tengah Picu Kenaikan Harga Energi, DPR Dorong Antisipasi Pemerintah
- 29 Mar 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- harga minyak mentah dunia tercatat mengalami kenaikan signifikan
- Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tren kenaikan harga minyak dunia
- pemerintah perlu menjaga stabilitas melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan
RRI.CO.ID, Jakarta —Eskalasi konflik geopolitik Timur Tengah yang melibatkan sejumlah negara besar terus memberi tekanan pada harga energi global. Dalam beberapa waktu terakhir, harga minyak mentah dunia tercatat mengalami kenaikan signifikan.
Indonesia dinilai perlu segera memitigasi dampak tersebut. Mengingat sejumlah negara telah lebih dulu mengambil langkah antisipatif.
Kondisi ini menjadi sinyal bagi Indonesia untuk menyiapkan kebijakan yang cepat, terukur, dan tepat sasaran. Anggota Komisi XII DPR RI, Irsan Sosiawan, menekankan pentingnya kewaspadaan terhadap tren kenaikan harga minyak dunia.
Di kawasan Asia Tenggara, Filipina menetapkan status darurat energi, sementara Malaysia meningkatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM). Selain itu, Singapura, Thailand, dan Vietnam juga mengalami kenaikan harga BBM.
“Perkembangan situasi global saat ini menunjukkan adanya tekanan terhadap harga minyak yang perlu dicermati secara serius oleh pemerintah. Untuk itu petingnya kewaspadaan terhadap tren kenaikan harga minyak dunia,” ujar Irsan dalam keterangannya, Minggu, 29 Maret 2026.
Ia menilai, selisih antara asumsi harga minyak dalam APBN dan realisasi di pasar berpotensi menekan kondisi fiskal. Terutama pada pos subsidi dan kompensasi energi.
Menurutnya, pemerintah perlu menjaga stabilitas melalui kebijakan yang tepat dan berkelanjutan. Baik dari sisi pengelolaan subsidi, efisiensi anggaran, maupun upaya menjaga harga energi di dalam negeri.
Ia juga menambahkan, dinamika harga energi berdampak langsung pada masyarakat, khususnya terhadap daya beli dan potensi inflasi. “Langkah yang terukur dan antisipatif perlu diperkuat agar stabilitas ekonomi tetap terjaga,” ujarnya.
Ketidakpastian global, memerlukan respons kebijakan yang adaptif guna menjaga ketahanan ekonomi nasional. “Berbagai skenario perlu disiapkan, mengingat dinamika global yang sulit diprediksi dan berpotensi berdampak berkelanjutan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....