Longsor Desa Damarwulan, BPBD Jepara: Pembersihan Dilakukan dengan Alat Berat

  • 27 Mar 2026 19:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Longsor di Desa Damarwulan sempat memutus satu-satunya jalur menuju Desa Tempur akibat material tebing setinggi 125 meter.
  • Arwin Noor Isdiyanto menyebut longsor terjadi dua kali (7 dan 10 Maret) dan kembali berpotensi susulan, sehingga sempat dilakukan penutupan total.
  • Pembersihan dilakukan dengan alat berat, akses kini dibuka terbatas, namun warga diminta waspada terutama saat hujan.

RRI.CO.ID, Jakarta - Jalan penghubung antar desa Dukuh Kajang dan Damarwulan, Jepara sempat terputus akibat longsor awal Maret 2026. Jalur ini merupakan satu-satunya akses utama menuju Desa Tempur.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto mengatakan longsor bersumber dari rebungnya setinggi sekitar 125 meter. Material berupa batu dan tanah menutup badan jalan sebelum sempat dilakukan pembersihan.

"Longsor pertama terjadi pada 7 Maret dari tebing setinggi 125 meter. Material batu turun dan menutup jalan, sebelum sempat kami bersihkan," katanya dalam wawancara bersama PRO3 RRI, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menjelaskan, longsor kedua terjadi pada 10 Maret di lokasi yang sama dengan dampak yang lebih parah. Petugas kemudian menurunkan alat berat untuk membersihkan material dan sempat membuka kembali akses jalan.

Namun demikian, longsor kembali terjadi sehingga jalan kembali tertutup dan membahayakan proses evakuasi. Untuk sementara, akses dialihkan melalui jalur alternatif menuju wilayah Pati.

"Karena masih ada potensi longsor susulan, kami sempat menutup total jalan demi keselamatan. Akses dialihkan melalui jalur alternatif," ujarnya.

Ia menambahkan, setelah dilakukan pengecekan kondisi tebing, petugas kembali melakukan pembersihan material sejak siang hari. Batu-batu besar dipecah menggunakan alat berat hingga akhirnya jalan kembali dapat dilalui pada sore hari.

Meski demikian, pihaknya tetap memasang pengamanan di lokasi dan mengimbau warga untuk waspada, terutama saat hujan turun. Jalan akan ditutup kembali jika kondisi cuaca memburuk guna menghindari longsor susulan.

Sebelumnya, bencana longsor pernah menimpa di sekitar Desa Damarwulan. Tebing setinggi 100-an meter mengalami longsor dan menutup akses jalan warga desa setempat.

Menurut Camat Jepara, Keling Lulut Andi Ariyanto, lokasi tanah longsor tersebut berada di Desa Damarwulan. Namun, dampaknya menutup akses jalan menuju Desa Tempur.

"Kami juga berharap penanganan segera untuk kabel jaringan listrik PLN karena terputus. Ini mengakibatkan terdapat satu tiang pal listrik yang terdampak," ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....