Ratusan Rumah Terdampak Banjir Bandang di Jepara

  • 11 Jan 2026 02:25 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jepara: Banjir bandang menerjang Desa Sumberrejo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Bencana alam ini, mengakibatkan ratusan rumah warga terdampak.

Peristiwa ini terjadi akibat meluapnya Sungai Tempuran setelah wilayah tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi. Banjir bandang di Desa Sumberrejo terjadi dua kali sejak Kamis (8/1/2026) hingga Sabtu (10/1/2026).

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan, banjir pertama terjadi pada Kamis sekitar pukul 20.00 WIB. Air baru surut pada Jumat sekitar pukul 03.00 WIB.

“Di Desa Sumberrejo sejak Kamis sore hingga Sabtu telah terjadi banjir bandang sebanyak dua kali disebabkan meluapnya Sungai Tempuran. Ketinggian air paling tinggi mencapai 1,5 meter,” ujar Arwin di Jepara, Jawa Tengah, Sabtu (10/1/2026).

Banjir bandang kembali terjadi pada Sabtu (10/1/2026), mulai pukul 09.30 WIB. Ketinggian air sempat kembali meningkat sekitar pukul 13.00 WIB sebelum berangsur surut.

Pada kejadian kedua ini, ketinggian air di titik terdalam mencapai sekitar satu meter.

Berdasarkan pendataan sementara BPBD Kabupaten Jepara, wilayah terdampak meliputi Dukuh Tempur dan Dukuh Pendem.

Di Dukuh Tempur, banjir merendam rumah warga di RW 1 RT 1 sebanyak 11 keluarga dengan 31 jiwa, RW 1 RT 2 sebanyak 51 keluarga dengan 128 jiwa. Kemudian, RW 1 RT 3 sebanyak 33 kepala keluarga dengan 91 jiwa, serta RW 2 RT 1 sebanyak sembilan keluarga dengan 16 jiwa.

Sementara itu, di Dukuh Pendem, banjir berdampak pada RW 2 RT 2 sebanyak enam keluarga dengan 14 jiwa, RW 2 RT 3 sebanyak 18 keluarga dengan 55 jiwa. Serta wilayah bantaran sungai bawah RT 1 RW 3 sebanyak empat keluarga dengan sekitar 40 jiwa.

Sebagai upaya penanganan darurat, sejak Sabtu (10/1), anggota PKK bersama kader Desa Sumberrejo membuka dapur umum di aula balai desa. Dapur umum tersebut menyiapkan sekitar 200 nasi bungkus untuk memenuhi kebutuhan warga terdampak.

“Malam ini kirim lagi 450 nasi bungkus. Tetapi besok tidak lagi karena fokus untuk Desa Tempur, Kecamatan Keling,” kata Arwin.

Arwin menambahkan, kondisi air saat ini telah surut. Namun, cuaca di wilayah Desa Sumberrejo masih gerimis dan berpotensi hujan, sehingga kemungkinan terjadinya banjir susulan masih ada.

“Kebutuhan darurat saat ini adalah logistik makanan dan minuman. Karena sebagian besar warga tidak bisa memasak akibat perabot rumah tangga terendam air,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Jepara mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan. Serta mengikuti arahan petugas di lapangan sembari menunggu perkembangan kondisi cuaca selanjutnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....