Puluhan Longsor Putus Akses ke Jepara, Tempur Terisolasi

  • 10 Jan 2026 22:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jepara: Puluhan titik tanah longsor dilaporkan menutup akses jalan utama menuju Kota Jepara. Ini akibat bencana yang terjadi di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, mengatakan dampak longsor yang terjadi pada Jumat (9/1/2026) sangat dirasakan warga. Longsor tersebut membuat aktivitas warga terganggu karena jalur tersebut merupakan satu-satunya akses keluar masuk desa.

Material longsoran menutup badan jalan sehingga untuk sementara jalur tersebut hanya bisa dilalui sepeda motor. “Dampak longsor sangat dirasakan warga Desa Tempur karena menutupi satu-satunya akses jalan menuju daerah lain atau ke kota,” kata Arwin di Jepara, Sabtu (10/1/2026).

Ia menjelaskan, pembersihan material longsor telah dilakukan di sejumlah titik. Akses hingga kawasan Kedung Ombo kini sudah dapat dilewati kendaraan roda dua.

Namun, di lokasi tersebut, badan jalan sepanjang sekitar 60–70 meter dilaporkan hanyut terbawa arus sungai. “Tersisa bahu jalan sekitar 50 sentimeter yang dijadikan akses darurat," ucapnya.

"Pengendara motor masih bisa melintas dengan sangat hati-hati. Sementara sebagian besar pejalan kaki tidak berani melintas,” ujarnya.

Setelah melewati Kedung Ombo, lanjut Arwin, masih terdapat sejumlah titik longsor lain. Baik sebelum maupun sesudah jembatan besi hingga jembatan merah di jalur tikungan.

Meski demikian, sebagian besar titik tersebut kini sudah dapat dilewati sepeda motor. BPBD Jepara berharap sisa bahu jalan yang menjadi jalur darurat tidak kembali tergerus banjir.

Jika kondisi semakin memburuk, pihaknya menyiapkan opsi darurat. Salah satunya, berupa pemasangan perahu yang diikat tali sebagai sarana penyeberangan sementara.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan pemuda setempat dan komunitas motor trail wilayah Damarwulan. Guna mencari jalur alternatif melalui Medono yang tembus ke jalur atas menuju Dukuh Duplak,” katanya.

Apabila jalur alternatif tersebut memungkinkan dilalui, BPBD akan mengirimkan alat berat untuk melakukan perapian dan penanganan darurat. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Jepara, tercatat puluhan titik longsor di Desa Tempur, dengan 18 di antaranya tergolong longsor besar.

Longsor menutup badan jalan dengan panjang bervariasi, mulai dari 6 meter hingga lebih dari 100 meter. Serta ketebalan material antara 0,5 hingga 2 meter.

Selain menutup jalan, sejumlah titik juga dilaporkan mengalami kerusakan serius. eperti badan jalan yang hilang akibat tergerus Sungai Kali Gelis, pagar jembatan tersapu longsor, hingga alur sungai yang berpindah dan menggerus permukiman warga.

BPBD Jepara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Terutama saat hujan dengan intensitas tinggi, serta membatasi aktivitas melintasi jalur rawan longsor demi keselamatan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....