Deretan Negara Terapkan WFH Demi Hemat BBM
- 24 Mar 2026 14:07 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai strategi menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM)
- Indonesia bersiap mengikuti langkah serupa melalui kebijakan efisiensi energi yang tengah disiapkan pemerintah
- Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut langkah WFH sebagai keputusan sulit, namun diperlukan untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi
- Pemerintah Thailand juga menerapkan kebijakan WFH bagi pegawai negeri, kecuali sektor pelayanan publik
- Kenaikan harga bahan bakar di Vietnam terbilang signifikan, dengan bensin naik lebih dari 30 persen
RRI.CO.ID, Jakarta - Sejumlah negara di Asia mulai menerapkan kebijakan kerja dari rumah atau work from home (WFH) sebagai strategi menekan konsumsi Bahan Bakar Minyak (BBM). Kebijakan ini muncul di tengah lonjakan harga minyak dunia sebagai respons terhadap dampak konflik geopolitik global.
Indonesia pun bersiap mengikuti langkah serupa melalui kebijakan efisiensi energi yang tengah disiapkan pemerintah. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut WFH akan diterapkan satu hari dalam sepekan.
"Terkait dengan kajian, dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Di mana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari dalam 5 hari kerja," kata Airlangga usai rapat bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis, 19 Maret 2026.
"Pasca-Lebaran, tapi nanti kita akan tentukan kapan waktunya," ujar Airlangga. Namun, kata Airlangga, pemerintah masih mematangkan skema teknis sebelum diterapkan secara luas.
Langkah Indonesia ini sejalan dengan kebijakan sejumlah negara di Asia yang lebih dulu menerapkan WFH. Berikut beberapa negara yang telah mengambil kebijakan serupa:
Pakistan
Pemerintah Pakistan mengambil langkah drastis dengan meminta setengah dari pekerja bekerja dari rumah. Kebijakan ini diambil untuk menekan konsumsi energi di tengah lonjakan harga BBM.
Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif menyebut langkah tersebut sebagai keputusan sulit, namun diperlukan untuk melindungi masyarakat dari tekanan ekonomi. Selain WFH, pemerintah juga memperpanjang libur sekolah untuk mengurangi mobilitas.
Kenaikan harga BBM di Pakistan bahkan mencapai sekitar 20 persen, memicu antrean panjang di SPBU. Kondisi ini terjadi akibat ketergantungan tinggi negara tersebut terhadap impor energi dari kawasan Teluk.
Thailand
Pemerintah Thailand juga menerapkan kebijakan WFH bagi pegawai negeri, kecuali sektor pelayanan publik. Langkah ini diiringi berbagai kebijakan penghematan energi lainnya.
Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul menginstruksikan pengaturan suhu pendingin ruangan hingga pembatasan penggunaan listrik. Selain itu, masyarakat didorong melakukan carpooling untuk mengurangi konsumsi BBM.
Perjalanan dinas luar negeri pun ditunda sebagai bagian dari strategi efisiensi. Kebijakan ini menjadi paket lengkap penghematan energi di sektor pemerintahan.
Vietnam
Di Vietnam, pemerintah meminta sektor usaha untuk mendorong karyawan bekerja dari rumah. Kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan terhadap konsumsi energi nasional.
Kenaikan harga energi di Vietnam terbilang signifikan, dengan bensin naik lebih dari 30 persen. Bahkan harga solar dan minyak tanah melonjak jauh lebih tinggi akibat gangguan pasokan global.
Pemerintah juga mengimbau masyarakat tidak melakukan penimbunan bahan bakar. Antrean panjang di sejumlah SPBU menjadi gambaran tekanan energi yang dihadapi negara tersebut.
Kebijakan WFH yang diterapkan berbagai negara menunjukkan upaya adaptasi terhadap krisis energi global. Indonesia kini tengah menyiapkan langkah serupa sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas energi dan ekonomi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....