Pemerintah Matangkan WFH, Imbas Perang Iran-Amerika

  • 19 Mar 2026 20:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Pemerintah matangkan konsep WFH
  • 2. WFH untuk ASN dan pegawai swasta
  • 3. Kebijakan WFH menyikapi tingginya harga minyak dunia imbas perang Iran-Amerika
  • 4. WFH untuk efisiensi
  • 5. WFH untuk menjaga defisit 3 persen
  • 6. Pakistan berlakukan WFH

RRI.CO.ID, Jakarta-Pemerintah masih mematangkan konsep kebijakan work from home (WFH) 1 hari dalam sepekan. Kebijakan menyusul efisiensi anggaran imbas perang Iran dengan Amerika Serikat-Israel.

"Teknisnya sedang akan disiapkan, karena ini diharapkan juga tidak hanya ASN, tetapi juga swasta dan juga pemda-pemda. Semuanya kita sedang siapkan lagi, nanti sesudah konsepnya sudah matang, kita akan segera informasikan ke publik lebih detail,"kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan pers usai menggelar rapat dengan Presiden Prabowo Subianto, Kamis, 19 Maret 2026.

Baca Juga:https://berita.rri.co.id/nasional/2261861/imbas-perang-iran-presiden-minta-hemat-bbm?nocache=true

Politisi Partai Golkar itu mengatakan pemerintah membuka opsi fleksibilitas WFH menyikapi meroketnya harga minyak mentah dunia imbas perang di Timur Tengah. Selain itu, WFH salah satunya untuk menjaga defisit 3 persen.

"Dengan tingginya harga minyak, maka perlu efisiensi daripada waktu kerja. Dimana akan dibuka fleksibilitas untuk work from home, dalam satu hari, dalam lima hari kerja,"ujarnya menerangkan.

Airlangga mengatakan penerapan WFH pasca lebaran Idulfitri 1447 Hijriah. Namun pemerintah belum menetapkan pelaksanaan WFH termasuk durasi pelaksanaan WFH

"Pasca Lebaran tapi nanti akan kita tentukan waktunya. Nanti kita lihat situasi harga minyak, situasi perang, jadi kita ikuti situasinya,"ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung penghematan BBM karena negara lain sudah mengambil langkah upaya menghemat BBM. Presiden Prabowo mencontohkan Pakistan yang sudah mengambil langkah penghematan bahkan Pakistan menyamakan situasi hari ini dengan COVID19.

Pemerintah Pakistan memberlakukan kerja dari rumah (work form home) baik sektor negeri maupun swasta. Oleh sebab itu, Presiden Prabowo mendorong WFH untuk ASN.

“Umpamanya berapa ASN dan pejabat tidak usah ke kantor, mengurangi macet dan melaksanakan penghematan besar-besaran. Mengurangi hari kerja pun harus kita pertimbangkan dan langkah-langkah penghematan lainnya,”kata Presiden Prabowo dalam sidang Kabinet, Jumat 13 Maret 2026.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....