Kerja Sama Dagang AS, Presiden Pabowo Tegaskan Hilirisasi Tak Bisa Ditawar

  • 22 Mar 2026 23:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan kerja sama investasi dengan Amerika Serikat tetap harus mengutamakan kepentingan nasional
  • Presiden Prabowo menekankan setiap investasi asing yang masuk wajib mengikuti aturan nasional, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam strategis
  • Presiden menjelaskan keterlibatan pihak asing di sektor pertambangan sudah berlangsung lama dan memberikan kontribusi signifikan bagi negara

RRI.CO.ID, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan kerja sama investasi dengan Amerika Serikat tetap harus mengutamakan kepentingan nasional. Ia memastikan kebijakan hilirisasi tidak akan dikompromikan meski ada pembahasan perjanjian tarif.

Menurut Presiden, setiap investasi asing yang masuk wajib mengikuti aturan nasional, terutama dalam pengelolaan sumber daya alam strategis. Pemerintah tidak membuka ruang bagi praktik yang merugikan nilai tambah ekonomi Indonesia.

Presiden menekankan pentingnya penerapan harga pasar internasional dalam pengelolaan mineral kritis. Presiden memastikan keterbukaan investasi tetap berjalan sepanjang sesuai prinsip ekonomi yang adil.

“Soal critical mineral, saya sudah katakan, kita terbuka. But everything at market price, at economic price,” ujar Presiden Prabowo dalam unggahan video sesi diskusi dengan jurnalis dan pakar yang tayang Sabtu, 21 Maret 2026.

Presiden menjelaskan keterlibatan pihak asing di sektor pertambangan sudah berlangsung lama dan memberikan kontribusi signifikan bagi negara. Salah satu contohnya adalah kerja sama di Freeport yang telah berjalan puluhan tahun.

“Jadi kalau dia mau ikut (aturan), kita izin kan mereka mining di Freeport, sudah berapa puluh tahun. Freeport sekarang menghasilkan salah satu revenue kita yang paling besar, kita izin kan,” ucap Presiden.

Namun Presiden menegaskan bahwa kebijakan hilirisasi tetap menjadi syarat utama dalam pengelolaan sumber daya. Pemerintah tidak lagi mengizinkan ekspor bahan mentah tanpa proses pengolahan di dalam negeri.

“Bahan mentah, kita minta di processing. Kalau dia mau mining dan proses di sini, tetap dong,” kata Presiden.

Presiden juga menilai mineral kritis harus memberikan nilai ekonomi maksimal bagi Indonesia. Karena itu, pengelolaannya harus berbasis pada prinsip keuntungan yang adil bagi negara.

“Critical mineral itu is a commodity. If they pay international market price, mau dia yang main atau kita yang main, we get the economic value," ujar Presiden.

Dengan kebijakan tersebut, pemerintah tetap membuka peluang investasi asing secara selektif. "Yang penting kita kasih access,” ucap Presiden.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....