Lamhot: Lebaran Dongkrak Ekonomi Daerah, Wisatawan Domestik Meningkat
- 18 Mar 2026 21:13 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Lamhot Sinaga, mendukung kebijakan pemerintah dalam mengelola arus mudik pada momentum Lebaran tahun ini. Ia menilai, kebijakan tersebut tidak hanya memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga menjadi pendorong utama perputaran ekonomi di daerah.
Ia menilai, tradisi mudik memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena mendorong konsumsi masyarakat di berbagai sektor. Mulai dari transportasi, kuliner, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Momentum Lebaran ini selalu menjadi pengungkit ekonomi nasional, terutama di daerah. Perputaran uang yang terjadi sangat besar dan memberikan efek berganda bagi masyarakat,” kata politisi Golkar yang dikenal sosok teknokrat itu, dalam keterangannya, Selasa 17 Maret 2026.
Ia mengungkapkan, berdasarkan tren beberapa tahun terakhir, perputaran uang selama periode Lebaran diperkirakan mencapai ratusan triliun rupiah. Angka tersebut terus meningkat seiring naiknya mobilitas masyarakat pascapandemi serta membaiknya daya beli.
Sebagai mitra kementerian yang membidangi UMKM, industri, dan pariwisata, Komisi VII DPR melihat momentum ini sebagai peluang strategis. Guna memperkuat ekonomi daerah.
Lamhot menilai, sektor UMKM akan menjadi pihak yang paling diuntungkan dari tingginya arus mudik. Karena pemudik cenderung membelanjakan uangnya di kampung halaman.
“UMKM harus mampu menangkap peluang ini dengan meningkatkan kualitas produk dan layanan. Pemerintah juga perlu memastikan dukungan pembiayaan dan distribusi berjalan optimal,” ujarnya.
Selain UMKM, sektor pariwisata juga diprediksi mengalami lonjakan signifikan. Lamhot menyoroti potensi meningkatnya tingkat okupansi hotel serta kunjungan ke destinasi wisata lokal selama libur Lebaran.
Ia menyebut, masyarakat kini tidak hanya pulang kampung, tetapi juga memanfaatkan momen tersebut untuk berwisata bersama keluarga. Hal ini mendorong peningkatan jumlah wisatawan domestik di berbagai daerah.
“Okupansi hotel dan kunjungan ke destinasi wisata diperkirakan meningkat tajam. Ini menjadi peluang besar bagi daerah untuk menggerakkan ekonomi lokal,” katanya.
Daerah dengan destinasi unggulan—baik wisata alam, budaya, maupun kuliner—diperkirakan akan mengalami lonjakan kunjungan yang signifikan dibandingkan hari biasa. Karena itu, kesiapan infrastruktur dan kualitas pelayanan menjadi faktor kunci.
Ia meminta pemerintah daerah memastikan aksesibilitas, kebersihan, dan keamanan destinasi wisata tetap terjaga. Agar mampu memberikan pengalaman terbaik bagi wisatawan.
Lebih lanjut, Lamhot menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mengelola lonjakan aktivitas ekonomi selama Lebaran. Koordinasi lintas sektor dinilai krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.
Menurutnya, kebijakan pemerintah dalam mengatur arus mudik—termasuk rekayasa lalu lintas dan peningkatan layanan transportasi—turut berkontribusi dalam memperlancar distribusi ekonomi. “Semakin lancar mobilitas masyarakat, maka semakin besar pula potensi perputaran uang yang terjadi,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pelaku industri dan pariwisata untuk tetap menjaga standar pelayanan di tengah meningkatnya permintaan. Hal ini penting guna menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan domestik.
Lamhot berharap momentum Lebaran dapat menjadi titik penguatan ekonomi nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan sektor riil di daerah. “Jika dikelola dengan baik, mudik Lebaran bukan hanya tradisi tahunan, tetapi juga instrumen strategis untuk pemerataan ekonomi,” kata Lamhot.
Dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi selama periode Lebaran, DPR optimistis pertumbuhan ekonomi daerah akan terdorong secara signifikan dalam jangka pendek. Keberhasilan memanfaatkan momentum ini, menurut Lamhot, sangat bergantung pada kesiapan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....