DPR: Program MBG Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah
- 13 Jul 2026 18:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah
- Khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan
- Menurut Kamrussamad, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat
RRI.CO.ID, Mataram - Anggota Komisi XI DPR RI Kamrussamad menilai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berpotensi menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi daerah. Khususnya di Nusa Tenggara Barat (NTB), melalui penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pangan.
Menurut Kamrussamad, program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi masyarakat. Tetapi juga dapat menciptakan kepastian pasar bagi pelaku usaha lokal.
"MBG harus dipandang sebagai mesin ekonomi. Jika dikelola dengan benar, program ini bisa menjadi penggerak ekonomi lokal yang melahirkan pengusaha-pengusaha baru dari daerah," kata Kamrussamad, Senin, 13 Juli 2026.
| Baca juga: DPR Apresiasi Udang Kebumen Tembus Pasar AS |
Ia menjelaskan kepastian permintaan melalui program MBG memungkinkan pelaku UMKM meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha. Serta memperkuat akses terhadap pembiayaan perbankan.
Kamrussamad juga mendorong agar rantai pasok pangan dalam program MBG lebih banyak melibatkan pelaku usaha lokal. Mulai dari penyediaan bahan baku, distribusi, hingga pengelolaan dapur.
"Jika rantai pasok dikuasai pelaku usaha daerah, perputaran ekonomi akan semakin besar. Dan mampu menciptakan nilai tambah bagi masyarakat," ujarnya.
Ia menambahkan, dana APBN yang disalurkan melalui program MBG dapat memberikan efek berganda bagi perekonomian daerah karena melibatkan petani, peternak, pelaku logistik. Hingga tenaga kerja di sektor pengolahan pangan.
Berdasarkan data Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTB, hngga 31 Mei 2026 realisasi anggaran Program MBG di daerah tersebut mencapai Rp2,02 triliun. Ini dengan sasaran 1,89 juta penerima manfaat.
Sementara itu, pelaku usaha MBG Ahmad Tantawi berharap pemerintah terus memberikan kepastian regulasi agar semakin banyak pelaku usaha yang berinvestasi dalam ekosistem Program Makan Bergizi Gratis. "Kepastian regulasi akan memberikan keyakinan bagi pelaku usaha untuk ikut mengembangkan ekosistem MBG," ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....