Lamhot Sinaga: Piala Dunia 2026 Gerakkan Ekonomi UMKM

  • 16 Jul 2026 15:21 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Sektor kuliner, fesyen olahraga, merchandise, dan ekonomi kreatif dinilai memperoleh manfaat ekonomi selama turnamen.
  • Pemerintah didorong memperkuat industri olahraga dan ekonomi kreatif agar manfaat ekonomi berkelanjutan.
  • Lamhot Sinaga menilai Piala Dunia 2026 mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM melalui kegiatan nonton bareng.

RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Lamhot Sinaga menilai Piala Dunia FIFA 2026 memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat. Menurutnya, tingginya antusiasme publik ikut menggerakkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di berbagai daerah.

Lamhot mengatakan peningkatan aktivitas nonton bareng selama turnamen menciptakan peluang ekonomi baru. Kondisi tersebut mendorong perputaran transaksi yang melibatkan berbagai pelaku usaha di tingkat masyarakat.

"Sepak bola memiliki kekuatan menyatukan masyarakat. Ketika masyarakat berkumpul menyaksikan pertandingan, aktivitas ekonomi baru ikut tumbuh," ujarnya dikutip keterangan tertulis, Jakarta, Kamis, 16 Juli 2026.

Ia menjelaskan pedagang makanan, minuman, kopi, hingga pelaku UMKM turut menikmati peningkatan pendapatan selama turnamen berlangsung. Penjual atribut sepak bola, pelaku percetakan, penyedia dekorasi, dan ekonomi kreatif juga memperoleh manfaat serupa.

Menjelang final Piala Dunia yang mempertemukan Argentina dan Spanyol, antusiasme masyarakat diperkirakan semakin meningkat. Situasi tersebut, kata Lamhot, dinilai membuka peluang lebih besar bagi pelaku UMKM di berbagai sektor.

Lamhot menyebut, sektor kuliner, fesyen olahraga, merchandise, hingga industri kreatif berpotensi memperoleh tambahan pendapatan. Momentum sepak bola juga dapat dimanfaatkan sebagai strategi pemasaran berbagai produk lokal.

Menurutnya, Indonesia memiliki basis penggemar sepak bola yang sangat besar. Karena itu, setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu menghadirkan dampak ekonomi hingga tingkat komunitas.

Ribuan kegiatan nonton bareng di berbagai daerah menjadi ruang interaksi masyarakat. Kegiatan tersebut sekaligus mendorong meningkatnya transaksi ekonomi lokal.

Lamhot menambahkan siaran Piala Dunia yang mudah diakses memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat. Aktivitas ekonomi pun menyebar hingga kawasan permukiman, desa, dan sentra UMKM.

Politikus Partai Golkar itu berharap momentum Piala Dunia dimanfaatkan lebih dari sekadar hiburan. Pemerintah daerah, pelaku usaha, dan komunitas olahraga dapat menggelar festival kuliner serta bazar UMKM.

Selain itu, promosi produk lokal dan kegiatan ekonomi kreatif berbasis komunitas juga perlu diperkuat. Langkah tersebut dinilai mampu memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.

"Kalau dikelola dengan baik, sepak bola tidak hanya menghasilkan euforia. Momentum ini menjadi ruang promosi bagi produk-produk lokal," katanya.

Lamhot mengaku sejak awal menjagokan Argentina sebagai calon juara Piala Dunia 2026. Menurutnya, Argentina menunjukkan karakter permainan solid dan mental juara sepanjang turnamen.

Namun, ia menilai siapa pun juaranya bukan menjadi persoalan utama. Manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia tetap menjadi hal yang paling penting.

"Saya sejak awal mendukung Argentina. Hal terpenting, Piala Dunia mampu menggerakkan ekonomi rakyat Indonesia," ucapnya.

Lamhot menilai keberhasilan berbagai kegiatan nonton bareng membuktikan olahraga memiliki dampak sosial dan ekonomi. Aktivitas tersebut menciptakan permintaan terhadap produk kuliner, atribut, hingga perlengkapan olahraga.

Karena itu, pemerintah didorong memperkuat ekosistem industri olahraga dan ekonomi kreatif nasional. Indonesia dinilai memiliki peluang besar mengembangkan merchandise, fesyen olahraga, penyelenggaraan acara, penyiaran, dan konten digital.

Menurutnya, sepak bola telah berkembang menjadi industri global bernilai tinggi. Sektor tersebut berkontribusi terhadap pariwisata, ekonomi kreatif, media, dan perdagangan.

Lamhot berharap, Indonesia mampu memanfaatkan peluang tersebut melalui kebijakan yang berpihak kepada pelaku usaha nasional. Dengan demikian, manfaat ekonomi tidak hanya dirasakan selama turnamen internasional berlangsung.

"Sepak bola bukan sekadar pertandingan selama 90 menit. Di balik setiap pertandingan terdapat aktivitas ekonomi yang melibatkan jutaan masyarakat," ujarnya.

Karena itu, semangat Piala Dunia 2026 diharapkan memperkuat kolaborasi pemerintah, UMKM, komunitas olahraga, dan industri kreatif. Sinergi tersebut dinilai mampu membangun ekonomi kerakyatan yang semakin kuat.

Sebagai pencinta sepak bola, Lamhot berharap final Piala Dunia 2026 menghadirkan hiburan berkualitas bagi masyarakat. Ia juga optimistis momentum tersebut mampu memperkuat persatuan dan semangat gotong royong bangsa.

"Ketika sepak bola menyatukan masyarakat dan menggerakkan ekonomi rakyat, manfaatnya dirasakan lebih luas. Momentum itu memperkuat optimisme, persatuan, dan semangat gotong royong bangsa," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....