Kemenperin Perkuat Kapasitas Literasi Digital Pelaku IKM

  • 11 Mar 2026 12:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya keras meningkatkan kapasitas teknologi bagi para pelaku industri kecil dan menengah (IKM). Langkah strategis ini bertujuan agar pengusaha lokal mampu memaksimalkan seluruh potensi bisnis melalui sarana digital.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penguatan kapasitas teknologi menjadi kebutuhan yang sangat penting. Ia menjelaskan teknologi kecerdasan buatan (AI) memiliki potensi besar untuk mendukung efektivitas pemasaran digital saat ini.

“Dengan pemanfaatan teknologi ini, efektivitas promosi dapat meningkat secara signifikan. Pemasaran produk juga menjadi lebih optimal,” ujar Agus di Jakarta, Selasa, 10 Maret 2026.

Agus menegaskan industri kecil dan menengah memiliki peran sangat strategis dalam menopang perekonomian nasional. Ia menyatakan pemanfaatan teknologi memungkinkan pelaku usaha melakukan personalisasi promosi sesuai dengan preferensi para konsumen.

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Reni Yanita mengatakan jumlah pengguna internet di Indonesia kini sudah mencapai 221 juta orang. Ia menyebut angka tersebut menunjukkan tingkat keterlibatan digital masyarakat yang sangat tinggi di tanah air.

“Angka ini menunjukkan tingkat keterlibatan digital masyarakat Indonesia. Tingkat keterlibatan tersebut sangat tinggi,” ujar Reni.

Reni menambahkan pemasaran digital memiliki keunggulan biaya yang jauh lebih hemat daripada metode promosi konvensional. Ia mengatakan interaksi dengan para pelanggan dapat dilakukan secara lebih mudah melalui platform media sosial.

Reni menyatakan program literasi digital ini telah berhasil menjangkau sebanyak 31.634 pelaku usaha sejak tahun 2017. Ia berharap edukasi tersebut mencakup pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan agar pengusaha nasional mampu bersaing global.

“Ke depan, edukasi tersebut diharapkan mencakup pemanfaatan teknologi AI. IKM Indonesia diharapkan mampu beradaptasi dengan tren global dan semakin kompetitif,” kata Reni.

Reni mengatakan kolaborasi dengan pemerintah daerah menjadi faktor kunci dalam kesuksesan pelaksanaan program transformasi digital. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam serta Provinsi Kepulauan Riau.

Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut, Dini Hanggandari mengatakan workshop ini menghadirkan materi pembuatan konten pemasaran menggunakan smartphone. Ia menjelaskan para peserta juga mendapatkan pembelajaran mengenai pengenalan e-katalog dan optimalisasi Google untuk bisnis.

Dini menyatakan pelaku industri kecil harus mampu meningkatkan pemahaman teknologi digital secara lebih optimal dan mendalam. Ia berharap para peserta dapat memperkuat daya saing usaha di tengah dinamika perkembangan industri modern.

“Kami berharap melalui Workshop E-Smart IKM ini, para peserta dapat meningkatkan pemahaman dan pemanfaatan teknologi digital secara lebih optimal. Dengan demikian, pelaku IKM mampu memperluas akses pasar, meningkatkan kinerja usaha, serta memperkuat daya saing di tengah dinamika perkembangan industri,” ujar Dini.

Sebanyak 90 pelaku usaha sektor logam dan mesin di Kota Batam mengikuti kegiatan pelatihan tersebut. Pemerintah terus berkomitmen memberikan wadah pendampingan agar industri dalam negeri siap menghadapi akselerasi transformasi digital.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....