Kemenperin Dorong Industri Alas Kaki dan Tekstil Naik Kelas lewat Teknologi
- 05 Agt 2026 23:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong transformasi industri alas kaki, tekstil, garmen, dan kulit nasional mampu menghasilkan produk bernilai tambah tinggi. Dan juga semakin kompetitif di pasar global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, transformasi tersebut tidak hanya berfokus pada peningkatan kapasitas produksi. Tetapi juga mencakup penguatan inovasi, modernisasi teknologi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penerapan industri hijau.
“Keberlanjutan bukan menjadi beban, tetapi harus menjadi keunggulan daya saing. Dunia saat ini tidak hanya membeli produknya dan melihat bagaimana barang itu diproduksi, apakah ramah lingkungan dan adil bagi pekerjanya,” ujar Agus saat membuka Indo Leather & Footwear (ILF) Expo 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.
Menurutnya, industri alas kaki dan tekstil selama ini menjadi salah satu sektor manufaktur yang berkontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja. Namun, persaingan global menuntut pelaku industri untuk memperkuat desain produk, memperbarui mesin produksi, dan memenuhi standar keberlanjutan.
Agus juga meminta pelaku industri memanfaatkan peluang dari implementasi Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Eropa (IEU-CEPA). Yang diharapkan dapat memperluas akses ekspor produk nasional ke pasar Eropa.
“Kita harus membanjiri produk Indonesia di negara lain. Bukan malah membanjiri produk negara lain di Indonesia,” katanya.
Sementara, CEO Krista Exhibitions Daud Salim mengatakan ILF Expo 2026 menjadi wadah yang mempertemukan seluruh pemangku kepentingan industri. Mulai dari produsen, pemasok, distributor, investor, asosiasi, hingga pembeli dari berbagai negara.
“ILF Expo dan IGT Expo 2026 menjadi ruang pertemuan bagi produsen, pemasok, distributor, investor, asosiasi, dan pembeli. Yakni untuk melihat perkembangan teknologi, memperluas jaringan bisnis, serta membuka peluang kerja sama di pasar domestik dan internasional,” ujar Daud.
Pameran yang memasuki penyelenggaraan ke-19 itu diikuti 210 peserta dari 14 negara, termasuk 50 pelaku UMKM Indonesia. Berbagai produk dan teknologi dipamerkan, mulai dari bahan baku, produk kulit, alas kaki, tekstil, garmen, aksesori, dan mesin produksi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....