TNI Status Siaga 1, Komisi I DPR Nilai Kewaspadaan Hadapi Dinamika Global
- 08 Mar 2026 15:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono buka suara, terkait Telegram Panglima TNI degan Nomor TR/283/2026. Politikus Golkar ini menilai, langkah TNI meningkatkan status kesiapsiagaan menjadi Siaga 1 mencerminkan komitmen kuat menjaga keamanan nasional.
Ia mengatakan, status Siaga 1 itu juga menunjukkan kesigapan aparat pertahanan menghadapi dinamika global. Hal ini sekaligus, memberikan ketenangan bagi masyarakat bahwa negara hadir dengan penuh tanggung jawab.
"Perkembangan di Timur Tengah saat ini menuntut kewaspadaan. Komisi I DPR RI memandang kebijakan ini sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan bangsa," kata Dave dalam keterangan persnya, di Jakarta, Minggu, 8 Maret 2026.
Di satu sisi, Dave mengingatkan, pentingnya meningkatkan sinergi antara TNI, Kementerian Pertahanan, dan Komisi I DPR RI. Sinergi tersebut, menjadi fondasi penting agar setiap langkah yang ditempuh tetap sejalan dengan kepentingan rakyat.
"Dijalankan secara terbuka dan mampu menumbuhkan kepercayaan publik. Dengan koordinasi yang solid antarlembaga, Indonesia akan tetap aman, stabil, dan mampu menghadapi tantangan global," ucap Dave.
Kemudian, Dave menggaransi, Komisi I DPR mendukung langkah antisipatif TNI. Terutama, dalam menjalankan fungsi pengawasan serta kemitraan strategis.
"Dengan kolaborasi yang erat, kita yakin Indonesia dapat menghadapi dinamika global dengan kepala tegak. Menjaga stabilitas nasional, dan memperkuat kepercayaan rakyat terhadap institusi negara," ujar Dave.
Sementara, anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin menjelaskan, status siaga di lingkungan TNI merupakan mekanisme standar. Yakni, mekanisme untuk menyiapkan kesiapan prajurit.
“Di lingkungan TNI, istilah siaga merupakan cara untuk menyiapkan personel, alutsista, maupun logistik agar sewaktu-waktu dapat melaksanakan tugas. Ada tiga tingkat kesiapan yaitu Siaga Tiga, Siaga Dua, dan Siaga Satu,” ujar politikus PDIP ini dalam keterangan persnya, Minggu, 8 Maret 2026.
Ia menjelaskan, Siaga Tiga merupakan kondisi yang masih relatif normal. Dalam kondisi ini kegiatan satuan berjalan seperti biasa tanpa adanya konsentrasi pasukan secara khusus.
Sementara itu Siaga Dua menunjukkan tingkat kesiapan yang lebih tinggi. Biasanya sebagian kekuatan sudah dalam kondisi standby, sedangkan sebagian lainnya tetap menjalankan kegiatan rutin.
Adapun Siaga Satu merupakan tingkat kesiapan tertinggi. Pada kondisi ini seluruh pasukan telah berkonsentrasi, alutsista sudah disiapkan, serta logistik perorangan telah dipersiapkan.
“Status siaga bisa berbeda di setiap wilayah. Misalnya di satu wilayah Kodam ditetapkan Siaga Satu, sementara di wilayah lain bisa Siaga Dua atau Siaga Tiga," ucap TB Hasanuddin.
Sebelumnya, beredar informasi di tengah masyarakat soal Telegram Panglima TNI degan Nomor TR/283/2026. Telegram itu berisi instruksi siaga 1 kepada seluruh jajaran TNI untuk mengantisipasi eskalasi konflik di Timur Tengah.
Terdapat tujuh poin instruksi yang tertera dalam telegram tersebut. Salah satu poinnya yakni Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista di jajarannya.
Sekaligus, melaksanakan patroli di objek vital (obvit) strategis dan sentra perekonomian. Hal itu termasuk di bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta, dan terminal bus, serta kantor PLN.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....