Nama Norman Joesoef Mencuat, DPR Tak Persoalkan Figur Nonmiliter Jadi Wamenhan
- 09 Agt 2026 01:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai sosok dari kalangan nonmiliter tetap memiliki peluang untuk mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan)
- Hal itu disampaikan Dave menanggapi mencuatnya nama pengusaha muda Norman Joesoef yang santer dikabarkan bakal mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan
- Menurut Dave, latar belakang profesi tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan sosok yang layak menduduki jabatan Wakil Menteri Pertahanan
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menilai sosok dari kalangan nonmiliter tetap memiliki peluang untuk mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan). Hal itu disampaikan Dave menanggapi mencuatnya nama pengusaha muda Norman Joesoef yang santer dikabarkan bakal mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan.
“Apabila nantinya posisi tersebut diisi oleh sosok dari kalangan nonmiliter, saya kira hal itu tidak perlu dipandang sebagai sesuatu yang otomatis menimbulkan gesekan dengan TNI. Selama pembagian tugas dan kewenangan jelas, komunikasi berjalan baik, serta seluruh pihak bekerja dalam kerangka kebijakan pertahanan yang sama, sinergi dapat berjalan secara profesional. Yang utama adalah menjaga soliditas dan menempatkan kepentingan pertahanan negara di atas kepentingan lainnya,” kata Dave, Minggu, 9 Agustus 2026.
Menurut Dave, latar belakang profesi tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran dalam menentukan sosok yang layak menduduki jabatan Wakil Menteri Pertahanan. Ia menilai posisi tersebut membutuhkan figur yang memiliki kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi.
“Menurut saya, latar belakang militer maupun nonmiliter tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran. Posisi Wakil Menteri Pertahanan membutuhkan kompetensi, pengalaman, pemahaman terhadap isu strategis pertahanan, serta kemampuan membangun koordinasi yang baik," ujarnya.
"Dengan kapasitas tersebut, seorang Wamenhan dapat menjalankan tugasnya secara efektif dan memberikan dukungan yang optimal kepada Menteri Pertahanan. Terlepas dari latar belakang profesinya,” ucapnya menambahkan.
Meski demikian, Dave mengingatkan bahwa keputusan mengenai siapa yang akan mengisi posisi Wakil Menteri Pertahanan sepenuhnya berada di tangan Presiden Prabowo Subianto. Karena itu, ia meminta publik tidak mendahului proses yang masih berjalan dan menunggu keputusan resmi dari Presiden.
“Terkait wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan, menurut saya, hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan Presiden. Dalam menentukan susunan dan kebutuhan kabinet," katanya.
"Karena itu, kita perlu menunggu keputusan resmi dan tidak mendahului proses yang masih berjalan. Yang terpenting, siapa pun yang nantinya dipercaya harus memiliki kapasitas untuk menjawab kebutuhan organisasi dan memperkuat pelaksanaan kebijakan pertahanan nasional,” ujarnya.
Nama Norman Joesoef belakangan mencuat dalam wacana pengisian posisi Wakil Menteri Pertahanan. Norman dikenal sebagai pengusaha yang berkecimpung di sektor industri pertahanan, namun hingga kini belum ada keputusan resmi mengenai siapa yang akan dipercaya Presiden untuk mengisi posisi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....