Pengungsi Banjir Pidie Jaya Ditarget Pindah ke Huntara Sebelum Lebaran

  • 06 Mar 2026 20:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Pidie Jaya - Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf meninjau hunian sementara pengungsi banjir di Pidie Jaya, Jumat, 6 Maret 2026. Peninjauan dilakukan di Desa Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu.

Kunjungan dilakukan bersama Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Bencana Sumatra Tito Karnavian. Lokasi huntara berada dekat Kantor Bupati Pidie Jaya.

Turut mendampingi Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah. Hadir pula Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi.

Peninjauan bertujuan memastikan pengungsi tinggal layak di hunian sementara. Pemerintah juga memastikan bantuan tersalurkan dengan baik.

Tito Karnavian menjelaskan jumlah pengungsi di tenda mulai berkurang. Pekan lalu tercatat sekitar 11 ribu orang.

Saat ini jumlah pengungsi tinggal sekitar 6 ribu orang, dan ditargetkan seluruh pengungsi pindah ke huntara sebelum Idulfitri. “Target kami semua pengungsi berada di huntara,” ucap Tito Karnavian.

Ia menambahkan kebutuhan makanan pengungsi ditanggung pemerintah. Sepuluh hari ke depan bantuan disiapkan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Setelah itu bantuan menggunakan dana jaminan hidup dari Kementerian Sosial Republik Indonesia. Skema tersebut memastikan kebutuhan dasar pengungsi terpenuhi.

Dalam kunjungan tersebut rombongan meninjau fasilitas huntara. Mereka melihat unit hunian, dapur umum, dan fasilitas toilet.

Rombongan juga berdialog dengan para pengungsi. Warga menyampaikan kondisi tempat tinggal sementara mereka.

Saifullah Yusuf menjelaskan penanganan bencana dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama adalah masa kedaruratan.

Pada masa ini pemerintah fokus menyelamatkan korban. Pemerintah juga memenuhi kebutuhan dasar pengungsi.

Tahap berikutnya adalah masa pascakedaruratan. Pemerintah menyiapkan hunian sementara sebelum pembangunan hunian tetap.

Menurutnya skala bencana cukup besar. Penanganannya melibatkan berbagai kementerian dan lembaga.

Selain BNPB, sejumlah instansi dan BUMN turut terlibat. Hal tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....