Lima Bendungan yang diresmikan Presiden, Tingkatkan Produksi Padi

  • 10 Jul 2026 23:13 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 1. Lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto diproyeksikan meningkatkan produksi padi hingga 720 ribu ton per tahun dengan dukungan 1. Kementerian Pertanian.
  • 2. Total kapasitas lima bendungan mencapai 371 juta meter kubik dengan jaringan irigasi seluas 42 hektar dan panjang saluran 280 km, serta mampu menyediakan pasokan air baku 3,6 meter kubik per detik.
  • 3. Pembangunan kelima bendungan di Lombok, Aceh, Jawa Tengah, dan Bali memiliki nilai kontrak Rp9,79 triliun dan berfungsi mendukung irigasi, penyediaan air baku, pengendalian banjir, dan energi.

RRI.CO.ID, Lombok-Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo mengatakan lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara serentak akan meningkatkan produksi padi hingga 720 ribu ton per tahun. Presiden Prabowo meresmikan lima bendungan di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

"Bendungan ini telah memberikan manfaat bagi irigasi seluas 42 hektar yang ditunjang dengan total jaringan irigasi sepanjang 280 km. Insyaallah, dengan dukungan Menteri Pertanian, mampu menghasilkan kurang lebih 720 ribu ton padi per tahun," kata Menteri PU Dody dalam laporannya pada acara peresmian bendungan di Lombok, Jumat, 10 Juli 2026.

Menteri Dody mengatakan lima bendungan yang diresmikan Presiden juga memiliki kapasitas dengan total daya tampungnya mencapai sekitar 371 juta meter kubik. Bendungan juga mampu menyediakan pasokan air baku sebesar 3,6 meter kubik per detik.

Oleh sebab itu, menurut Menteri Dody keberadaan bendungan tidak hanya mendukung ketahanan pangan tetapi memperkuat ketahanan air nasional. Pembangunan bendungan ini, kata Menteri PU, bukan hanya menghadirkan infrastruktur, tetapi membangun fondasi kedaulatan bangsa dan negara.

“Melalui lima bendungan ini, Bapak, Bapak telah mendorong kemandirian bangsa dalam mendukung Asta Cita Bapak. Khususnya terkait dengan ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan air,” kata Menteri PU.

Menteri Dody menjelaskan kelima bendungan dibangun dalam rentang waktu antara tahun 2015 sampai 2025. Pembangunan kelima bendungan dengan total nilai kontrak senilai Rp9,79 triliun.

Secara umum, kelima bendungan ini memiliki empat fungsi utama yaitu untuk mendukung layanan irigasi dengan luas 39.540 hektare. Irigasi juga berfungsi untuk penyediaan air baku 3,6 meter kubik per detik.

Selain itu, bendungan ini juga berfungsi untuk pengendalian banjir terutama di daerah hilir dari bendungan dan juga untuk penyediaan energi. Kehadiran lima bendungan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membangun infrastruktur pengairan di berbagai daerah di Indonesia.

Adapun kelima bendungan yang diresmikan, yaitu:

1. Bendungan Meninting, Lombok memiliki kapasitas tampungan 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan 46,16 hektare;

2. Bendungan Keureuto di Kabupaten Aceh Utara, Provinsi Aceh, memiliki kapasitas tampungan 215,94 juta meter kubik dengan luas genangan 896,39 hektare;

3. Bendungan Rukoh di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, memiliki kapasitas tampungan 128,65 juta meter kubik dengan luas genangan 700Ja hektare;

4. Bendungan Jlantah di Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah, memiliki kapasitas tampungan 10,97 juta meter kubik dengan luas genangan 50 hektare; dan

5. Bendungan Sidan di Kabupaten Gianyar, Provinsi Bali, memiliki kapasitas tampungan 5,76 juta meter kubik dengan luas genangan 37,15 hektare.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....