BabinkumHAM TNI Tegaskan Komitmen Lindungi Hak Masyarakat Papua
- 08 Jul 2026 11:50 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Badan Pembinaan Hukum dan HAM TNI menegaskan komitmen menjaga hak dasar masyarakat Papua melalui pembekalan aturan hukum kepada setiap prajurit sebelum bertugas di wilayah tersebut.
- Sekitar 122 ribu warga mengungsi akibat konflik bersenjata berkepanjangan di Papua berdasarkan data yang disampaikan Wakil Menteri Hak Asasi Manusia.
- TNI mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat Papua melalui pengamanan distribusi logistik dan aktivitas ekonomi secara berkelanjutan sesuai arah kebijakan Presiden.
RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pembinaan Hukum dan HAM (BabinkumHAM) TNI menegaskan komitmen menjaga hak dasar masyarakat Papua melalui pelaksanaan tugas berlandaskan hukum. Komitmen tersebut juga diwujudkan dengan mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua secara berkelanjutan.
Kepala Badan Pembinaan Hukum (Kababinkum) dan HAM TNI Laksda Farid Ma’ruf mengatakan setiap prajurit di Papua dibekali pemahaman aturan hukum sebelum bertugas. Pembekalan itu bertujuan memastikan seluruh operasi lapangan tetap mengedepankan penghormatan terhadap hak asasi manusia.
“Tentunya kita berkomitmen untuk menjaga hak dasar seluruh warga Papua dan kesejahteraan masyarakat di Papua. Dalam pelaksanaan tugas di wilayah tersebut, prajurit selalu dibekali aturan hukum sebagai dasar pelaksanaan tugas,” kata Farid Ma’ruf saat konferensi pers di kantor Kementerian HAM Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Farid menyebut pelaksanaan tugas TNI di Papua mendukung pembangunan nasional sesuai arah kebijakan Presiden hingga kini berjalan baik. TNI juga mendukung peningkatan kesejahteraan melalui pengamanan distribusi logistik dan aktivitas ekonomi masyarakat Papua secara berkelanjutan.
“Korban pilot warga negara Amerika telah terjadi, sebelumnya juga menimpa pilot yang mendukung pelayanan masyarakat di Papua. Kami berharap seluruh masyarakat mendukung terciptanya keamanan dan pembangunan di Papua,” ujar Farid.
Sebelumnya, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (Wamen HAM) Mugiyanto menyebut sekitar 122 ribu warga mengungsi akibat konflik bersenjata berkepanjangan di Papua. Data tersebut disampaikan usai rapat koordinasi bersama TNI dan Polri membahas penanganan pengungsi serta kondisi keamanan Papua.
“Jadi kalau angka yang sampai ke kami, ada yang menyebutkan 122 ribu pengungsi. Pengungsian itu terjadi akibat konflik bersenjata berkepanjangan di Papua,” kata Mugiyanto saat konferensi pers di kantor Kementerian HAM Jakarta, Selasa, 7 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....