Menko AHY Percepat Ketahanan Nasional dan Pembangunan Regional
- 05 Mar 2026 09:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) berkomitmen mewujudkan program Presiden Prabowo dengan mempercepat ketahanan pangan. Ia juga mendorong akselarasi Pemerintahan dalam menciptakan pembangunan regional yang berkelanjutan dengan melibatkan semua pihak terkait.
Hal ini diungkapkan Menko AHY dalam kegiatan Buka Puasa Bersama Partai Demokrat yang dihadiri Menteri-Menteri Kabinet Merah Putih. Menko AHY menegaskan, pentingnya memastikan ketahanan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global hingga terjadinya konflik di dunia.
"Kita ingin mewujudkan swa sembada pangan, energi, dan air bersih, semakin besar kebutuhan kita untuk energi. Berkomitmen untuk bisa terus mengawal dan menyukseskan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, memastikan agenda-agenda pembangunan regional ini bisa berjalan," kata Menko AHY di Hotel Fair Mounth, Jakarta, pada Rabu 4 Maret 2026.
Menko AHY menyebut, selain Sumber Daya Alam (SDA), penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) juga penting dalam ketahanan nasional. Selain itu, perlu diikuti dengan peningkatan kapasitas SDM yang berorientasi pada transformasi digital di era lini kehidupan digital.
"Kita juga harus memperkuat kualitas sumber daya manusia kita, human capital, di atas segalanya. Yang paling penting membangun manusia-manusia agar rakyat Indonesia semakin kukuh, kita punya usia produktif yang perlu dipastikan kapasitasnya," ucapnya.
Menko AHY menjelaskan, Indonesia ke depan akan menghadapi lima tantangan utama dalam mewujudkan ketahanan nasional dan pembangunan regional. Pertama, yaitu pemanasan global yang perlu mendapatkan perhatian lebih, karena berdampak nyata pada lingkungan dan iklim global.
"Di sana sini kita menyaksikan terjadi bencana alam, termasuk di Indonesia, ancaman-ancaman ini bukan lagi ancaman masa depan. Realitas yang harus kita hadapi hari ini juga, banjir ketika musim hujan, kekeringan ketika musim kemarau," ujarnya.
Tantangan kedua, yaitu pertumbuhan populasi manusia di dunia yang dihadapkan dengan semakin terbatasnya SDA. Hal ini dapat menimbulkan kompetisi antar negara dalam memperebutkan berbagai potensi SDA khususnya di perbatasan negara.
"Indonesia yang dikaruniai dengan posisi besar dengan kekayaan alam. Kita harus mengutamakan SDA agar sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat dan benar-benar bisa didistribusikan secara bergantian," paparnya.
Tantangan ketiga, yaitu arus urbanisasi yang begitu cepat. Tercatat 70 persen masyarakat di dunia termasuk Indonesia diprediksi akan tinggal di kota-kota.
"Permasalahannya adalah bukan hanyalah, bukannya kata ruang, tapi juga daya dukung kota-kota tersebut. Ini belum semuanya dapat mengakomodasi cepatnya laju urbanisasi, kita ingin desa dan kota semakin maju," terangnya.
Tantangan keempat yaitu disrupsi teknologi, dimana lompatan demi lompatan teknologi sudah dilalui. Artificial intelijen dan robotics diprediksi akan menjadi aspek pembangunan ke depan yang berdampingan langsung dengan masyarakat.
Tantang kelima yaitu ketimpangan sosial, ketimpangan ekonomi, ketimpangan antara kawasan, dan ketimpangan antara wilayah. Hal ini juga terus menghantui banyak negara, dimana kemiskinan ekstrim juga harus dicarikan solusi yang terbaik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefki Harsya, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara.
Kemudian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor. Kemudian, Dubes Mesir, Dubes Sudan, Dubes Kazakhstan, perwakilan Dubes Syiria, perwakilan Dubes Iran, dan perwakilan Dubes Malaysia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....