Riyono Dorong Ketahanan Pangan Keluarga untuk Perkuat Ketahanan Pangan Nasional
- 10 Agt 2026 17:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Riyono Caping mengimbau para kader perempuan PKS di Jawa Timur untuk mengoptimalkan lahan pekarangan rumah demi mendukung ketahanan pangan keluarga.
- Ia menjelaskan bahwa produksi pangan mandiri dari rumah seperti menanam sayur dan beternak mampu menghemat pengeluaran keluarga hingga 15 persen.
- Anggota Komisi IV DPR RI ini menekankan bahwa ketahanan pangan nasional berakar dari kemandirian dan keterjangkauan akses pangan skala rumah tangga.
RRI.CO.ID, Surabaya - Anggota Komisi IV DPR RI Dapil VII Jawa Timur, Riyono Caping, mendorong penguatan ketahanan pangan keluarga sebagai fondasi ketahanan pangan nasional. Menurutnya, setiap keluarga dapat mengoptimalkan lingkungan rumah untuk menghasilkan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri.
Hal itu disampaikan Riyono saat memberikan pembekalan kepada kader perempuan PKS se-Jawa Timur di Malang. Ia menilai pendidikan kader melalui kegiatan Latansa dan Kembara perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk memperkuat nilai, keterampilan, kesehatan, dan kebugaran kader.
Riyono mengatakan ketahanan ekonomi dapat dimulai dari lingkungan rumah dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Keluarga dapat menanam dan memelihara berbagai sumber pangan sesuai dengan kondisi lingkungan masing-masing.
“Ketahanan pangan nasional berakar dari ketahanan pangan keluarga. Ketahanan pangan meliputi akses, ketersediaan, keterjangkauan, daya beli, dan keamanan pangan untuk keluarga,” ucap Riyono.
Ia menyebut Indonesia saat ini telah mencapai swasembada beras dan memiliki stok beras di gudang Bulog lebih dari tiga juta ton. Jawa Timur juga memiliki peran penting sebagai salah satu lumbung pangan nasional dengan kontribusi besar terhadap produksi beras.
Riyono mengajak kader perempuan PKS di Jawa Timur memanfaatkan halaman rumah maupun lahan kosong untuk menghasilkan pangan secara mandiri. Beberapa komoditas yang dapat dikembangkan antara lain ayam petelur, sayuran, cabai, serta ikan.
“Saya mengajak kader perempuan PKS Jatim untuk memelihara ayam petelur, menanam sayur-sayuran, cabai, dan ikan di halaman rumah atau tanah kosong di lingkungan yang bisa menghasilkan produk sendiri. Inilah kunci ketahanan pangan keluarga,” kata Riyono.
Menurut Riyono, penguatan ekonomi keluarga menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan nasional di tengah kondisi global yang penuh tekanan. Kader dan keluarga dinilai perlu menjadi pilar penting dalam menjaga keberlanjutan ekonomi sekaligus memperkuat modal perjuangan jangka panjang.
Riyono memperkirakan pemenuhan sebagian kebutuhan pangan secara mandiri dapat membantu mengurangi pengeluaran rumah tangga. Efisiensi tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, termasuk pendidikan anak dan kebutuhan prioritas keluarga.
“Ketahanan pangan berupa produk pangan sendiri mampu mengurangi pengeluaran keluarga dari makan minum bisa sampai 10 hingga 15 persen. Jika bisa dilakukan, maka akan sangat membantu ekonomi keluarga dan anggaran efisiensi bisa untuk kebutuhan pendidikan anak,” kata Riyono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....