Kemkomdigi Percepat Roadmap Jaringan 5G untuk Pertumbuhan Ekonomi AI

  • 07 Agt 2026 17:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Komunikasi dan Digital mempercepat roadmap jaringan 5G di seluruh wilayah Indonesia untuk mendukung transformasi digital.
  • Percepatan ini merespons perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan perubahan arah pembangunan infrastruktur telekomunikasi nasional.
  • Sekretaris Jenderal Kemkomdigi Ismail menjelaskan strategi percepatan 5G ini dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mempercepat roadmap jaringan 5G di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini dijelaskan Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemkomdigi, Ismail, dalam acara Digital Transformation Indonesia Conference and Expo (DTI-CX) 2026.

Ia menjelaskan bahwa percepatan roadmap jaringan 5G ini, untuk menyikapi perubahan arah pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Indonesia. Perubahan arah tersebut, seiring dengan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

"Roadmap 5G harus kita percepat. Ini penting karena dunia sedang bergerak menuju ekonomi berbasis AI, sehingga infrastruktur digital harus mampu mengimbangi kebutuhan tersebut," kata Ismail dalam keterangan resminya, dikutip di Jakarta, Jumat, 7 Agustus 2026.

Lebih lanjut dikatakannya, bahwa target percepatan cakupan jaringan 5G itu dapat terealisasikan pada tahun 2029. Bahkan target perluasan cakupan jaringan 5G itu diharapkannya, dapat menjangkau hingga ke daerah-daerah pelosok.

Ismail meyakini, upaya perluasan cakupan jaringan 5G ini dapat terwujud tanpa kendala. Sebab ia menuturkan bahwa Indonesia, telah memiliki fondasi infrastruktur digital yang kuat, dengan jaringan serat optik nasional.

Dengan lebih dari satu juta kilometer jaringan serat optik nasional, fokus kedepannya diungkapkan Ismail, yakni peningkatan kapasitas keterampilan digital. Ia menuturkan hal tersebut untuk mendukung pemanfaatan layanan digital bagi generasi penerus bangsa.

"Tantangan kita bukan lagi sekadar memperluas jaringan dasar. Yang kita bangun sekarang adalah infrastruktur yang mampu mendukung pertumbuhan ekonomi digital berbasis AI," imbuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....