Pemerintah Dorong Mitigasi Resiko Hadapi Konflik Timur Tengah

  • 05 Mar 2026 07:40 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah mendorong dilakukan mitigasi risiko menghadapi dampak konflik di Timur Tengah, antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut, mitigasi resiko tersebut untuk memastikan sejumlah ketahanan nasional.

Hal ini diungkapkan AHY dalam kegiatan Buka Puasa Bersama Partai Demokrat yang dihadiri Menteri-Menteri Kabinet Merah Putih. AHY mengungkapkan, Presiden Prabowo Subianto telah melakukan Rapat untuk menyikapi konflik yang terus meningkat di Timur Tengah.

"Mempersiapkan diri untuk bisa mengantisipasi segala risiko yang bisa dapat, khususnya di bidang ekonomi, ketahanan energi, dan pangan. Mencari solusi terciptanya perdamaian dan ketertiban dunia, mendorong agar terjadi dialog, terjadi eskalasi, dan juga penyelesaian secara damai," kata AHY di Hotel Fair Mounth, Jakarta, pada Rabu 4 Maret 2026.

AHY menyampaikan, konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel harus segera diredam melalui perundingan. Menurutnya, konflik tersebut tidak diharapkan akan semakin meluas, melainkan didorong untuk dilakukan perundingan agar menghasilkan kesepakatan damai.

Pemerintah khawatir terhadap dampak langsung maupun dampak tidak langsung akibat dari konflik di kawasan Timur Tengah tersebut. Seperti Iran yang telah menutup jalur pelayaran di Selat Hormuz yang mengganggu 30 persen distribusi minyak bumi dunia.

"Tentu kita semua tidak ingin konflik Timur Tengah kemudian bisa ke arah ke perang yang lebih dahsyat. Apalagi menuju perang dunia ketiga, kita harus kuat tenaga untuk bisa mencegah terjadinya itu," ucapnya.

AHY menilai, perlu adanya peningkatan kerja sama regional kawasan untuk memastikan ketahanan nasional di tengah konflik. Menurutnya, jika banyak negara memiliki tujuan yang sama terhadap ketahanan nasional masing-masing negara, maka konflik dapat diredam.

"Mendorong multilateralisme yang banyak atau sering dikatakan sudah mati suri saat ini. Kerja sama di tingkat global, serta memastikan bahwa kepentingan nasional kita tetap terlindungi tanpa mengabaikan tanggung jawab kemanusiaan," ujarnya.

AHY berharap, di momentum Ramadan ini dapat memberikan dorongan untuk mengedepankan perdamaian di tengah konflik yang berlangsung. Menurutnya, konflik antarnegara hanya akan merugikan rakyat di kedua belah pihak negara yang berkonflik tersebut.

"Semoga melalui doa-doa kita di bulan suci yang perlu berkah, Allah SWT akan melembutkan hati para pemimpin dunia. Meredakan konflik dan menggantikan permusuhan dengan persaudaraan," ucapnya.

Pendakwah, Ustaz Adi Hidayat (UAH) juga mendoakan konflik di Timur Tengah dapat segera mereda, dalam kesempatan yang sama. Menurutnya, di Ramadan ada hal penting yang harus dijaga yaitu hawa nafsu yang harus dikendalikan, khususnya meredam konflik.

"Semoga Ramadan kembali menjadi bulan yang membuka pintu untuk saling memaafkan, bukan pintu untuk saling menghancurkan. Semoga bulan ini kembali menghadirkan harapan, bukan lagi kecemasan dan ketakutan, mari kita terus damai bersatu," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Presiden RI ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ketua DPR Puan Maharani, dan Anggota DPR sekaligus Sekjen Partai Demokrat Herman Khaeron juga ada.

Sejumlah Menteri-Menteri yang hadir yaitu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefki Harsya, Menteri Transmigrasi M Iftitah Sulaiman Suryanagara. Kemudian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, serta Wakil Menteri Tenaga Kerja Afriansyah Noor.

Sejumlah Duta Besar (Dubes) juga turut hadir yaitu Dubes Mesir, Dubes Sudan, Dubes Kazakhstan. Perwakilan Dubes Syiria, perwakilan Dubes Iran, dan perwakilan Dubes Malaysia pun hadir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....