Kementan: Konflik Iran-Israel dan AS Perkuat Urgensi Swasembada Pangan Nasional

  • 04 Mar 2026 16:56 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Ahli Pertama Penyuluh Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) Dedi Nursyamsi menilai konflik Iran-Israel-Amerika berdampak besar terhadap ketahanan pangan. Ia menegaskan kondisi tersebut semakin memperkuat urgensi swasembada nasional.

Menurut Dedi, Indonesia tidak boleh bergantung kepada negara lain dalam memenuhi pangan pokok. Ia mengatakan kemandirian pangan harus diawali dengan swasembada produksi dalam negeri.

“Implikasi dari konflik Iran-Israel-Amerika ini memang luar biasa, dan dengan adanya konflik ini, semakin terasa betapa pentingnya kita swasembada. Jadi kemandirian pangan itu yang artinya dalam hal pangan, terutama pangan pokok, kita tidak boleh tergantung pada orang lain,” ujar Dedi saat dialog bersama Pro3 RRI di Jakarta, Rabu, 4 Maret 2026.

Ia mengatakan konflik tersebut pasti berpengaruh terhadap impor dan ekspor Indonesia. Kemudian, dampaknya juga dinilai bisa merugikan apabila harga pangan impor semakin mahal.

Selain itu Dedi menjelaskan distribusi sarana produksi pertanian juga berpotensi terganggu akibat konflik. Menurut penyuluh tersebut gangguan itu dapat memengaruhi sistem produksi pertanian nasional.

“Misalkan harga pangan kalau kita tetap impor itu semakin mahal. Itu berarti kita akan semakin sulit, dan sebaliknya ekspor kita bisa tertahan,” katanya.

Ia juga mengingatkan ketergantungan pada negara lain dalam situasi konflik seperti ini justru dapat menimbulkan masalah. Karena itu, swasembada pangan wajib dicapai untuk meminimalkan potensi gejolak pangan.

“Bayangkan kalau kita masih tergantung pada orang lain, kita bisa repot, dampaknya itu bisa justru terjadi gejolak di tanah kita. Tetapi kalau kita swasembada, dampaknya itu bisa diminimalisir, tidak sampai gejolak di negara kita, maksud saya gejolak pangan,” ujar Dedi.

Sementara itu, Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan kementeriannya sedang memantau pasar ekspor Indonesia di tengah eskalasi Timur Tengah. Budi mengakui meningkatnya eskalasi di Timur Tengah berpengaruh pada perdagangan Indonesia.

“Kita berharap segera selesai ya, sekarang pasti akankita lihat pasar-pasar ekspor terlebih dahulu yang terdampak. Perang itu akan sedikit berpengaruh ya, tapi akan kita terus monitor terus," ucap Budi.

Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kata Budi, pemerintah mencoba untuk memperkuat ekonomi lokal. Salah satu cara memperkuat ekonomi lokal yakni dengan menaikkan belanja domestik.

"Pertumbuhan ekonomi kita itu lebih banyak dilakukan dengan belanja domestik ya. Jadi kita harus tingkatkan daya beli masyarakat, kita tingkatkan ekosistem ekonomi di dalam negeri, jadi semua berjalan seperti biasa," katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....