Stok Beras Lebih dari 5 Juta Ton, Pemerintah Pastikan Ketahanan Pangan Aman

  • 23 Agt 2026 06:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kepala Bapanas sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan Indonesia memiliki pengalaman menghadapi El Nino.
  • Amran menyebut kekuatan stok pangan saat ini ditunjukkan dengan kepemilikan CBP lebih dari 5 juta ton.
  • Bapanas menyatakan penyaluran cadangan beras pemerintah (CBP) talah mencapai 1,65 juta ton hingga 21 Agustus 2026.

RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia berhasil mengamankan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 5,2 juta ton tanpa melakukan impor beras. Ketersediaan stok bahan pangan pokok tersebut disiapkan secara matang guna menghadapi ancaman fenomena alam El Nino.

Langkah antisipasi pemerintah kali ini dinilai jauh lebih siap dibandingkan saat menghadapi krisis iklim sebelumnya. Pada periode fenomena El Nino 2023 dan 2024 impor beras tercatat sempat menyentuh angka 7 juta ton.

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan kesiapan pangan nasional. Pernyataan resmi mengenai stok beras darurat tersebut disampaikan dalam siaran pers di Jakarta Sabtu, 22 Agustus 2026.

"Dulu pernah El Nino (tahun) 2016, kita selamat. Jadi dulu saja dalam waktu singkat, kita bisa bertahan, apalagi sekarang dengan pengalaman El Nino sampai tiga kali," kata Amran.

Amran mengutarakan evaluasi penanganan krisis pangan yang melanda tanah air pada beberapa tahun sebelumnya. Pengalaman berharga tersebut dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional secara mandiri dalam jangka panjang.

"Tapi (El Nino) 2023 dan 2024, itu persiapan agak kurang, sehingga impornya 7 juta ton. Sekarang kita sudah persiapkan El Nino, stok (CBP) kita 5,2 juta ton," ujarnya.

Badan Pangan Nasional menyalurkan beras cadangan secara bertahap ke berbagai daerah hingga 21 Agustus 2026. Penyaluran komoditas beras tersebut difokuskan untuk mengendalikan stabilitas harga di pasar saat musim kemarau.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa memberikan keterangan terkait realisasi pendistribusian. Intervensi pasar dilakukan untuk menekan potensi lonjakan inflasi beras akibat puncak musim kemarau.

"Realisasi distribusi cadangan beras pemerintah telah mencapai 1,65 juta ton, kami optimis mampu mengerem perkembangan harga," kata Ketut.

Ketut menegaskan keoptimisan pemerintah mengenai laju pergerakan inflasi bahan pokok masyarakat yang tetap terjaga. Keyakinan tersebut didasari oleh data kenaikan bulanan yang terjadi pada periode fenomena El Nino terdahulu.

"Pemerintah meyakini pergerakan inflasi beras tidak meonjak seperti pada El Nino edisi tahun 2023 dan 2024," ujarnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi beras bulanan pernah mengalami kenaikan drastis hingga 5,61 persen. Lonjakan angka inflasi bulanan tersebut tercatat secara resmi pada data statistik bulan September 2023.

Tingkat inflasi beras juga pernah melonjak tinggi mencapai angka 5,32 persen pada Februari 2024. BPS mencatat kenaikan tersebut dipicu oleh dampak fenomena kemarau ekstrem yang melanda seluruh wilayah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....