Kemdiktisaintek Luncurkan PPDS di UNG, Perluas Akses Dokter Spesialis

  • 04 Mar 2026 13:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Gorontalo - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) meluncurkan Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Anestesiologi dan Terapi Intensif. Program ini ditujukan sebagai akselerasi pemenuhan dokter spesialis di kawasan timur Indonesia terus diperluas dan diperkuat.

Kemdiktisaintek mencanangkan program PPDS tersebut di Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Gorontalo (UNG) pada Selasa, 3 Maret 2026. Peresmian ini sekaligus mencatatkan UNG sebagai salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya menyelenggarakan pendidikan dokter spesialis.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kemdiktisaintek Khairul Munadi, menyampaikan apresiasi dan kegembiraannya atas kesiapan UNG membuka program spesialis tersebut. Ia menegaskan pembukaan PPDS merupakan bagian dari komitmen pemerintah memperluas akses dan pemerataan pendidikan dokter spesialis di Indonesia.

“Pembukaan program pendidikan dokter spesialis ini merupakan langkah konkret dalam menjawab kebutuhan layanan kesehatan yang memerlukan kepakaran di berbagai daerah, khususnya di kawasan timur Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah sudah menargetkan pembukaan 148 program PPDS pada 57 fakultas kedokteran di seluruh Indonesia. Hingga saat ini, telah dibuka 160 program studi spesialis, termasuk di UNG dan Universitas Sam Ratulangi.

“Komitmen untuk memperkuat layanan kesehatan melalui pendidikan tinggi berjalan sesuai, bahkan melampaui target yang telah ditetapkan. Kita berapa pada jalur cepat yang dinamis dan prospektif," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama Rektor UNG, Eduart Wolok, menyebut momentum ini sebagai capaian strategis bagi institusinya. Menurutnya, kepercayaan yang diberikan Kemdiktisaintek kepada UNG menjadi kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh sivitas akademika.

“Menjadikan momen semakin istimewa adalah UNG merupakan salah satu fakultas kedokteran termuda yang dipercaya membuka pendidikan dokter spesialis. Kepercayaan ini harus dijawab dengan kerja sungguh-sungguh dan komitmen menjaga mutu,” ujarnya.

Ia menilai, pembukaan Prodi Spesialis Anestesiologi dan Terapi Intensif sangat strategis. Selama ini, akses pendidikan dokter spesialis di wilayah timur Indonesia masih terbatas, dengan institusi penyelenggara yang relatif sedikit.

Diharapkan, kehadiran PPDS di UNG dapat mempercepat pemenuhan tenaga dokter spesialis di daerah yang masih mengalami kekurangan. Sekaligus membuka peluang bagi pengembangan program spesialis lainnya di masa mendatang.

Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail turut menyampaikan apresiasinya atas perhatian Kemdiktisaintek terhadap pengembangan pendidikan tinggi di wilayahnya. “Perhatian Kemdiktisaintek bagi Gorontalo merupakan dukungan besar bagi kami,” katanya.

Menurutnya, Ini menjadi momentum penting untuk mendorong peningkatan kualitas layanan kesehatan melalui pendidikan, khususnya di tengah berbagai keterbatasan. Pemerintah Provinsi Gorontalo, lanjutnya, siap memberikan dukungan bagi penguatan Fakultas Kedokteran UNG.

Dukungan tersebut meliputi kolaborasi dengan berbagai perguruan tinggi, dan pelibatan sektor swasta. Ini guna memastikan keberlanjutan dan mutu penyelenggaraan pendidikan dokter spesialis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....