Kemdiktisaintek Teken Kontrak Pendanaan Riset dan Pengembangan Tahun 2026
- 20 Apr 2026 21:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Komitmen berdampak, Kemdiktisaintek tanda tangani kontrak pendanaan riset dan pengembangan riset tahun 2026.
- Pendanaan dialokasikan untuk institusi dan proposal riset terpilih dari seleksi oleh Kemdiktisaintek.
- Jumlah aplikan beserta proposal riset tahun ini meningkat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) resmi menandatangani kontrak program pendanaan riset dan pengembangan tahun 2026. Sebelumnya, Kemdikstisaintek mengalokasikan dana Rp1,7 triliun untuk menunjang 18.215 kegiatan riset dan pengembangan di perguruan tinggi seluruh Indonesia.
Pendanaan ini disalurkan melalui sejumlah program utama. Di antaranya, Program Penelitian, Program Pengabdian kepada Masyarakat, Program Hilirisasi Riset Prioritas, Pusat Unggulan IPTEK Perguruan Tinggi (PUI-PT), Program Mahasiswa Berdampak, dan beberapa lainnya.
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Fauzan menegaskan bahwa seluruh penerima pendanaan telah dipilih berdasarkan proses seleksi. "Saya tekankan, Bapak Ibu adalah orang yang terpilih secara objektif," ujarnya dalam sambutannya di gedung Kemdiktisaintek, Jakarta, Senin, 20 April 2026.

Menurutnya, para peneliti di sini berperan sebagai duta institusi yang membawa kehadiran negara di tengah masyarakat. Mereka diharapkan dapat menjadi ujung tombak dalam menyelesaikan berbagai masalah sosial yang kompleks saat ini melalui penelitian-penelitian.
Tak hanya itu, Prof. Fauzan meminta para peneliti yang lolos pendanaan agar meninggalkan kepentingan pribadi demi memberikan manfaat nyata bagi publik. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan ini menuntut kerja nyata dan bukan sekadar perayaan semata.
Dirjen Riset dan Pengembangan Kemdiktisaintek, Fauzan Adziman, menyampaikan tingkat kelolosan riset tahun ini menjadi sangat kompetitif karena mencapai angka sekitar 17,4 persen. Hal ini disebabkan jumlah perguruan tinggi yang berpartisipasi meningkat drastis menjadi 2.051 institusi pada tahun 2026.
"Artinya dalam kurun dua tahun hampir loncat sekitar 500 perguruan tinggi yang bertambah mengikuti program riset kita," ujarnya. Namun, ia menambahkan bahwa kemungkinan besar jumlah pendanaan bisa menurun akibat drastisnya peningkatan partisipasi tersebut.
Lebih lanjut, Fauzan Adziman mengatakan, jumlah aplikan yang tinggi tahun ini sebenarnya merupakan prestasi sendiri dari ekosistem riset nasional. Namun, menurutnya, perlu ada langkah konkrit agar hal ini tidak berhenti di tahap proposal, tapi berlanjut dalam program penelitian.
"Karena itu, ketika kita melakukan penandatangan kontrak, saya sampaikan agar kita segera berkomunikasi dua arah. Karena ini memang perlu dibahas bersama strategi-strategi yang kita bisa bangun dengan dana kita yang masih ada ini," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....