Mentan: Pangan Nasional Aman Meski Geopolitik Memanas
- 03 Mar 2026 22:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan kondisi pangan nasional tetap aman. Kepastian itu disampaikan di tengah memanasnya konflik Israel, Amerika Serikat, dan Iran.
Ia mengatakan telah mengecek langsung produksi beras di sejumlah daerah. Stok dan produksi dalam negeri dinilai dalam posisi terkendali.
“Saya baru habis keliling. Saya memastikan produksi beras kita aman,” ucapnya di Jakarta, Selasa 3 Maret 2026.
Menurutnya, situasi geopolitik global berpotensi memicu kenaikan harga bahan baku. Salah satunya pupuk yang dipengaruhi dinamika pasar internasional.
Karena itu, pemerintah mengantisipasi dengan memastikan ketersediaan pangan mencukupi. Protein hewani dan karbohidrat disebut dalam kondisi aman.
Amran mengungkapkan isu ketahanan pangan menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto. Ia mengaku sempat ditanya langsung soal stok nasional.
“Pangan kita lebih dari cukup. Pangan inti Indonesia adalah karbohidrat dan beras,” katanya.
Ia tidak menampik konflik global tetap membawa dampak. Namun dari sisi ketersediaan pangan pokok, Indonesia dinilai dalam posisi kuat.
Amran menyebut stok beras nasional mencapai 3,67 juta ton. Dalam waktu dekat diperkirakan meningkat menjadi 3,7 juta ton.
Angka tersebut disebut tertinggi sepanjang sejarah. Ia memperkirakan stok mencapai 5 juta ton pada April tanpa impor.
Kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton. Pemerintah menyiapkan tambahan sewa gudang hingga 2 juta ton.
Menurutnya, struktur konsumsi pangan Indonesia cukup fleksibel. Jika daging terbatas, masyarakat dapat beralih ke telur atau ikan.
Sumber karbohidrat juga dapat disubstitusi dengan ubi dan singkong. Namun beras tetap menjadi komoditas utama konsumsi masyarakat.
“Swasembada beras kita sudah dominan, apalagi ada telur, ayam, dan jagung. Aman sudah,” ucap Amran.
Pemerintah memastikan penguatan produksi terus dilakukan. Langkah ini untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ketidakpastian global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....