Menko Airlangga: Harga Pertalite Aman hingga Desember 2026

  • 06 Agt 2026 04:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjamin harga Pertalite tetap stabil hingga Desember 2026 melalui kebijakan buffer pemerintah yang telah ditetapkan.
  • Pemerintah menggunakan APBN sebagai mekanisme shock absorber untuk menjaga resiliensi ketahanan bahan bakar minyak di tengah ketidakpastian global.
  • Stabilisasi harga BBM menjadi prioritas pemerintah mengingat adanya risiko akibat konflik di Selat Hormuz yang dapat mempengaruhi pasokan energi nasional.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan harga Pertalite tetap aman hingga Desember 2026. Ia mengatakan kebijakan tersebut telah masuk dalam buffer pemerintah.

Airlangga mengatakan pemerintah terus menjaga ketahanan bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian akibat konflik di Selat Hormuz. Menurutnya, APBN berperan sebagai shock absorber untuk menjaga resiliensi BBM.

"Nah, arahan Bapak Presiden juga di tengah ketidakpastian daripada perang di Selat Hormuz, BBM tetap kita jaga resiliensinya. Di mana APBN sebagai shock absorber itu menjaga agar dengan diterapkannya B50 maka kita tidak lagi impor solar," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026.

Airlangga menjelaskan penerapan B50 membuat Indonesia tidak lagi mengimpor solar. Menurutnya, dengan kondisi harga saat ini, pemanfaatan subsidi untuk B50 juga relatif kecil.

Airlangga memastikan harga Pertalite tetap aman hingga Desember 2026. Menurutnya, kebijakan tersebut telah masuk dalam buffer pemerintah.

"Dan untuk Pertalite dijamin harga sampai bulan Desember aman. Jadi ini sudah masuk dalam buffer," katanya.

Airlangga menambahkan pemerintah tetap optimistis momentum pertumbuhan ekonomi dapat dipertahankan hingga akhir 2026. Ia mengatakan pemerintah akan terus mewaspadai gejolak geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional.

"Nah, dengan semester satu yang solid, pemerintah optimis momentum pertumbuhan dapat terus dijaga hingga tahun 2026. Dan tentunya pemerintah terus waspada terhadap gejolak yang muncul di geopolitik sambil memperkuat fondasi perekonomian nasional," ucap Airlangga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....