Bapanas Atur Skema Margin Baru Bulog

  • 06 Agt 2026 13:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bapanas menetapkan skema baru margin penugasan Perum Bulog melalui Peraturan Bapanas Nomor 3 Tahun 2026
  • Kebijakan tersebut bertujuan memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah dan menjaga stabilitas pasokan pangan
  • Margin penugasan Bulog ditetapkan menjadi tujuh persen sebagai dukungan terhadap penguatan swasembada pangan
  • Suku bunga pinjaman penugasan Bulog diturunkan dari delapan persen menjadi lima persen dengan subsidi pemerintah
  • Pemerintah memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan mampu memenuhi kebutuhan hingga sekitar 10 bulan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) menetapkan skema baru margin penugasan Perum Bulog melalui Peraturan Bapanas Nomor 3 Tahun 2026. Kebijakan tersebut diterbitkan untuk memperkuat pengelolaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dan menjaga stabilitas pasokan pangan.

Kebijakan itu diterapkan di tengah realisasi penyerapan gabah petani yang telah melampaui 3,5 juta ton setara beras hingga awal Agustus. Jumlah tersebut mendekati target pengadaan dalam negeri sebesar 4 juta ton sepanjang tahun.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan margin penugasan kini ditetapkan sebesar tujuh persen. Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap Bulog dalam memperkuat swasembada pangan.

"Intinya dengan diberikan kenaikan margin fee jadi 7 persen, itu merupakan penghargaan dari pemerintah. Ini kan reward dari pemerintah karena Bulog mendukung keberhasilan pemerintah memperkuat swasembada pangan," kata Rizal, Kamis 6 Agustus 2026.

Ia menjelaskan penyesuaian margin juga diikuti skema pembiayaan yang lebih efisien. Suku bunga pinjaman bank untuk penugasan Bulog diturunkan dari delapan persen menjadi lima persen, dengan dua persen disubsidi pemerintah.

"Suku bunga pinjaman bank turun dari 8 persen menjadi 5 persen. Dimana dari 5 persen itu, 3 persen diantaranya dicicil Bulog, sedangkan yang 2 persen disubsidi oleh pemerintah," ujarnya.

Rizal memastikan tambahan margin akan digunakan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Bulog. Pemeliharaan stok, perawatan beras, dan pengelolaan gudang akan diperkuat agar masyarakat menerima beras dengan kualitas terbaik.

Sementara itu, Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional dalam kondisi aman. Menurutnya, stok beras yang tersedia diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan nasional hingga sekitar 10 bulan ke depan.

Ia menambahkan posisi stok pangan saat ini jauh lebih kuat dibandingkan beberapa tahun lalu. Kondisi tersebut dinilai menjadi modal penting untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....