Paket Stimulus Ekonomi Idulfitri untuk Jaga Daya Beli

  • 03 Mar 2026 17:02 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta-Pemerintah resmi menggulirkan paket stimulus ekonomi Idulfitri 1447 Hijriah pada Selasa, 3 Maret 2026. Paket stimulus ekonomi berupa tunjangan hari raya (THR) dan bonus hari raya (BHR).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan pemberian paket stimulus ekonomi untuk menjaga daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi. Pemberian paket stimulus diberikan bagi aparatur negara, pekerja swasta, hingga kelompok masyarakat rentan,"

"Guna menjaga daya beli masyarakat dan memastikan momentum pertumbuhan ekonomi tetap terjaga menjelang hari raya. Kebijakan ini diberikan bagi aparatur negara, pekerja swasta, hingga kelompok masyarakat rentan,"kata Seskab Teddy dalam keterangannya, Selasa, 3 Maret 2026.

Pemerintah telah menyiapkan anggaran Rp55 triliun untuk THR bagi 10, 5 juta penerima dari Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI/Polri dan pensiunan. Teddy mengatakan anggaaran THR meningkat 10 persen dibandingkan tahun lalu, dan diberikan secara penuh 100 persen.

“Ada 2,4 juta ASN Pusat/TNI/Polri sebesar Rp22,2 triliun; kemudian 4,3 juta ASN daerah sebesar Rp20,2 triliun. Serta 3,8 juta pensiunan sebesar Rp12,7 triliun,” tulisnya.

Teddy mengatakan THR telah dibayarkan secara bertahap sejalk 26 Februari 2026. Teddy mengatakan THR berbeda dengan gaji ke-13.

Adapun untuk sektor swasta, Teddy mengingatkan pembayaran THR wajib dibayarkan kepada pekerja paling lambat H-7 lebaran. Teddy menegaskan THR tidak boleh dibayar secara mencicil.

Pemerintah akan menindaktegas perusahaan yang melanggar kewajiban.membayar gaji. Ada 26,5 juta pekerja swasta yang akan menerima THR.

“Perusahaan yang melanggar akan kena sanksi administratif plus denda lima persen. (Penerima) ⁠26,5 juta pekerja (Peserta aktif BPJS Naker kategori Penerima Upah), (total) Rp124 triliun,” katanya.

Selain itu, pemerintah bersama perusahaan aplikator seperti Goto, Grab, Maxim, dan inDrive menyiapkan bonus hari raya (BHR). Bonus khusus bagi pengemudi ojek daring dan kurir.

"Dana sekitar Rp220 miliar disepakati untuk sekitar 850 ribu mitra pengemudi. Penyaluran didorong lebih cepat, yaitu antara H-14 sampai H-7 Idulfitri,”kata Teddy.

Pemerintah juga menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga. Selanjutnya diskon transportasi dengan nilai subsidi Rp911,16 miliar untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode mudik.

Teddy mengatakan paket stimulus ekonomi ini bukan sekadar kebijakan fiskal. Tetapi bukti komitmen bahwa negara hadir untuk tengah rakyat, memastikan Idulfitri 1447 H berlangsung dengan aman, lancar, dan penuh keberkahan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....