Komisi I DPR Imbau WNI Tidak Pelesiran ke Negara-negara Timur Tengah, Ini Alasannya
- 03 Mar 2026 13:11 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin mengimbau, WNI tidak melakukan perjalanan ke negara-negara Timur Tengah sementara waktu. Penundaan perjalanan termasuk ibadah umrah, merupakan langkah bijak di tengah situasi keamanan global yang belum stabil.
Pernyataan tegas Nurul ini, merespons pascaserangan Amerika Seritak-Israel ke Iran beberapa hari yang lalu. Hal tersebut, menimbulkan guncangan geopolitik dunia dan mengancam keselamatan WNI di kawasan Timur Tengah.
"Keselamatan warga harus menjadi pertimbangan utama. Jangan memaksakan perjalanan ketika situasi belum sepenuhnya aman," kata politikus Golkar ini dalam keterangan persnya, di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Komisi I DPR, kata Nurul, dipastikannya melakukan pengawasan terhadap kesiapan pemerintah dalam melindungi WNI di luar negeri. Nurul memastikan, Parlemen siap mendukung langkah-langkah yang diperlukan, termasuk dari sisi kebijakan maupun anggaran.
"Kita berharap situasi segera mereda. Namun yang terpenting saat ini adalah memastikan setiap WNI berada dalam perlindungan negara," ucap Nurul.
Kemudian, Nurul meminta, Kemlu RI memastikan keakuratan data WNI yang berada di negara terdampak perang. Karena, pemerintah harus menyiapkan evakuasi WNI jika keadaan semakin memburuk.
"Pemerintah melalui Kemlu dan seluruh KBRI harus memastikan data WNI benar-benar akurat dan diperbarui secara berkala. Pendataan ini menjadi kunci dalam setiap pengambilan keputusan, termasuk jika sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi," ujar Nurul.
Sebelumnya, Menlu RI, Sugiono mengaku, telah menelepon Menlu Iran, Abbas Araghchi. Perbincangan itu, terkait eskalasi konflik yang meningkat di kawasan timur tengah.
Politikus Gerindra ini menegaskan, Indonesia siap memfasilitasi mediasi atau dialog untuk mencegah korban lebih lanjut. "Indonesia siap memainkan peran konstruktif dalam memajukan perdamaian, termasuk menawarkan kesediaan kami untuk memfasilitasi dialog atau mediasi," kata Sugiono, melalui akun X resminya, Selasa, 3 Maret 2026.
Sugiono menegaskan, Indonesia bersama pihak-pihak negara terkait harus mencegah eskalasi lebih lanjut. "Menghentikan hilangnya nyawa orang tak bersalah secara tidak perlu," ujar Sugiono.
Lebih lanjut, Sugiono meminta semua pihak untuk menahan diri serta melakukan de-eskalasi. Ia meminta semua pihak juga menjunjung dialog dan diplomasi agar stabilitas regional kembali terjadi.
"Indonesia mendesak semua pihak untuk menahan diri secara maksimal dan segera melakukan de-eskalasi. Penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB harus dijunjung tinggi, dialog dan diplomasi adalah jalan menuju stabilitas regional," ujar Sugiono.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....