Pantau Jemaah Umrah, DPR Minta Pemerintah Buka Layanan Informasi Satu Pintu
- 02 Mar 2026 09:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq meminta, pemerintah segera mengambil langkah darurat. Semua itu, guna melindungi ribuan jemaah umrah Indonesia di tengah eskalasi konflik pascaserangan AS dan Israel terhadap Iran.
Politikus PKB ini menekankan, pentingnya pusat informasi resmi satu pintu untuk mencegah kepanikan keluarga di Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah harus aktif memberikan pembaruan berkala agar masyarakat tidak terjebak informasi simpang siur atau hoaks.
“Pemerintah harus menjadi rujukan utama informasi dalam situasi krisis ini. Jangan sampai keluarga jemaah mendapatkan informasi dari sumber yang tidak valid," kata Maman dalam keterangan persnya, di Jakarta, Senin, 2 Maret 2026.
Maman juga mengimbau, penyelenggara travel umrah untuk aktif berkoordinasi dengan KBRI di Timur Tengah. Karena, travel umrah memiliki tanggung jawab memastikan keamanan pendampingan jemaah di lapangan.
"Seluruh jemaah umrah yang terdampak untuk tetap tenang dan mengikuti instruksi otoritas setempat maupun perwakilan RI. Komisi VIII akan terus mengawal perkembangan situasi ini hingga seluruh WNI dipastikan berada dalam posisi aman," ucap Maman.
Kemudian, Maman menyoroti, penutupan wilayah udara dan tertahannya jemaah umrah Indonesia di berbagai bandara transit. Ia meminta, adanya koordinasi lintas sektoral yang intensif antara Kementerian Luar Negeri, Kementerian Agama, dan Kementerian Perhubungan.
"Keselamatan dan perlindungan WNI harus menjadi prioritas utama. Negara wajib hadir memastikan mereka dalam kondisi aman, mendapatkan logistik yang cukup, serta kepastian informasi,” ujar Maman.
Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta) memastikan, operasional penerbangan tetap berjalan lancar dan normal. Kendati demikian, sejumlah rute Timur Tengah mengalami pembatalan dan penundaan.
Hal ini terkait dengan meningkatnya eskalasi di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada penutupan sebagian wilayah udara. Pihak Bandara Internasional Soetta menjelaskan terus melakukan koordinasi intensif untuk menjaga kelancaran layanan.
“Secara umum operasional di Bandara Soetta tetap aman, tertib dan lancar. Namun, adanya beberapa penerbangan rute Timur Tengah yang terdampak pembatalan maupun penundaan akibat penutupan wilayah udara di kawasan tersebut,” ujar Pgs Asst Deputy Communication and Legal Bandara Internasional Soetta Aziz Fahmi Harahap, Sabtu, 28 Februari 2026.
Penutupan wilayah udara (airspace closed) tersebut membuat beberapa penerbangan rute Timur Tengah mengalami pembatalan keberangkatan. Penerbangan yang terdampak antara lain Etihad Airways (EY472 tujuan Abu Dhabi) dan Qatar Airways (QR954 tujuan Doha).
Qatar Airways (QR957 tujuan Doha), Emirates (EK357 tujuan Dubai), Etihad Airways (EY475 tujuan Abu Dhabi) juga dibatalkan. Penerbangan Garuda Indonesia (GA900 tujuan Doha), serta Etihad Airways (EY473 tujuan Abu Dhabi) mengalami nasib yang sama.
Sementara, penerbangan kedatangan Etihad Airways EY 472 (Abu Dhabi–Jakarta) dan Qatar Airways QR 954 (Doha–Jakarta) berstatus cancel. Fahmi menambahkan penanganan terhadap penumpang terdampak dilakukan sesuai prosedur.
“Kami mengimbau calon penumpang dengan tujuan Timur Tengah agar aktif memantau informasi terbaru melalui kanal resmi maskapai atau layanan pelanggan. Situasi di terminal tetap kondusif, dan kami terus melakukan pemantauan berkala agar setiap potensi kendala dapat segera direspons,” kata Fahmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....