Mendikdasmen dan Basarnas Tandatangani Nota Kesepahaman soal Keselamatan Diri
- 27 Feb 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Penandatanganan itu berlangsung di Kantor Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Penandatanganan dihadiri oleh Ketua Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii; Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti; serta para pejabat instansi. Harapannya, melalui nota kesepahaman tersebut memperkuat sinergi lintas intansi untuk membangun kesadaran keselamatan diri masyarakat yang tangguh bencana.
Menteri Mu’ti mengatakan, momentum ini sejalan dengan keinginan Kemendikdasmen. "Kita bisa bekerja sama menjadikan Search and Rescue (SAR) sebagai salah satu ekstrakurikuler di sekolah", katanya.
Menurutnya, edukasi mengenai pentingnya keselamatan diri kepada para murid dan guru di berbagai satuan pendidikan menjadi fokus utama. Sementara itu, Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyampaikan, sinergi ini penting.
Ia mengatakan, perihalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang luar biasa namun berisiko tinggi terhadap bencana. Ia menyebut, Indonesia menempati peringkat kedua di dunia dalam hal potensi bencana.
Menurutnya, masyarakat tidak terdampak yang berada di sekitar lokasi bencana memiliki kewajiban untuk melakukan tindakan awal. Pernyataan tersebut berdasarkan atas amanah undang-undang.
Kepala Basarnas mendorong adanya pelatihan di level Pendidikan anak usia dini (PAUD) melalui alat permainan edukatif (APE). Ia menekankan, pelatihan yang selaras dengan ajaran dasar bahwa keselamatan adalah sesuatu yang mendasar.
Sehingga ke depannya mulai dari pelatihan-pelatihan di level PAUD bisa kita sinergikan mainan-mainan. Dengan minimal pemahaman bahwa keselamatan itu menjadi sesuatu yang mendasar,” ucap Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii.
Menanggapi pernyataan tersebut, Menteri Mu’ti mengatakan, bahwa program kementerian memiliki kesamaan visi dengan Basarnas. Fokus utama Kemendikdasmen adalah mendidik anak-anak, mengembangkan bakat dan minatnya di berbagai bidang, termasuk kemampuan Search and Rescue.
“Kemampuan ini juga bisa disinkronkan dengan program Pramuka yang sekarang menjadi ekstrakurikuler wajib di semua sekolah. Sangat penting bagi anak-anak kita untuk memiliki keahlian menyelamatkan diri, baik saat terjadi banjir, kebakaran, maupun musibah lainnya,” ujar Menteri Mu’ti.
Menteri Mu’ti berharap agar pertemuan ini menjadi awal untuk bersinergi menyelamatkan masyarakat yang memerlukan pertolongan. Kerjasama ini menjadi upaya mengembangkan kemampuan anak-anak agar dapat menjadi tim relawan Basarnas yang tangguh di masa depan.
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan, kementerian memiliki satuan pendidikan aman bencana (SPAB). Satuan tersebut bisa diselaraskan dengan Basarnas.
“Di kementerian, kita mempunyai Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Jadi, nanti program ini juga bisa kita bisa selaraskan,” kata Suharti.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....