KLH Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor untuk Pulihkan Sungai

  • 28 Jul 2026 02:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Lingkungan Hidup memperkuat perlindungan dan pemulihan sungai melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan pemangku kepentingan.
  • Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 diselenggarakan di Wana Wisata Sumber Gempong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur sebagai wadah memperkuat komitmen pelestarian sungai.
  • Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat menekankan bahwa sungai memiliki peran penting bagi kehidupan dan peradaban, sehingga pelestarian sungai memerlukan keterlibatan semua pihak.

RRI.CO.ID, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat perlindungan dan pemulihan sungai melalui kolaborasi lintas sektor. Langkah tersebut ditegaskan dalam Konferensi Sungai Se-Indonesia 2026 di Wana Wisata Sumber Gempong, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Menteri Lingkungan Hidup, Jumhur Hidayat, mengatakan sungai memiliki peran penting bagi kehidupan dan peradaban. Karena itu, pelestarian sungai memerlukan keterlibatan pemerintah, masyarakat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan.

"Semua peradaban, termasuk di Indonesia, jejaknya ada di sungai. Karena itu saya mengapresiasi komunitas sungai yang terus membuka diri untuk berkolaborasi dengan pemerintah, akademisi, dan pihak lainnya," ujar Jumhur dalam keterangannya, Senin 27 Juli 2026.

Menurut Jumhur, komunitas sungai menjadi ujung tombak dalam menggerakkan aksi pelestarian lingkungan di berbagai daerah. Kolaborasi yang telah terjalin diharapkan mampu mempercepat pemulihan ekosistem sungai.

Data KLH/BPLH menunjukkan kualitas sungai di Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Sepanjang 2025, hanya 234 badan air yang memenuhi baku mutu kualitas air nasional.

Sementara itu, sebanyak 1.801 badan air masih tercemar. Temuan tersebut berasal dari pemantauan di 6.245 titik yang mencakup 1.926 sungai serta 109 danau atau situ.

Pencemaran didominasi tingginya kadar Biological Oxygen Demand (BOD), Total Coliform, Fecal Coliform, dan klorin. Sumber pencemaran berasal dari limbah domestik, aktivitas peternakan, hingga kegiatan industri.

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur, Adhy Karyono, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat pelestarian sungai melalui berbagai program. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan susur sungai dan pembentukan Patroli Air yang melibatkan berbagai pihak.

"Kami menyadari menjaga sungai tidak bisa dilakukan sendiri. Karena itu kami melibatkan komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan masyarakat agar bersama-sama menyelamatkan sungai," kata Adhy.

Konferensi tersebut menghasilkan sejumlah komitmen bersama untuk memperkuat perlindungan sungai. Komitmen itu meliputi pembacaan Deklarasi Komunitas Sungai, penanaman pohon, dialog interaktif, serta penandatanganan nota kesepahaman antara KLH/BPLH dan Pengurus Besar Federasi Arung Jeram Indonesia (FAJI).

"Kerja sama tersebut diharapkan memperkuat perlindungan sungai sekaligus mendorong pemanfaatan sungai secara berkelanjutan. Termasuk untuk pengembangan wisata air dan olahraga arung jeram yang tetap mengedepankan fungsi ekologis," ujar Jumhur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....