Jepang Tertarik Inovasi Taman Numerasi di Indonesia
- 26 Feb 2026 14:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Indonesia secara aktif mengadopsi pembelajaran berpusat pada murid (Student Based Learning/SBL) dari Jepang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Dalam prosesnya Indonesia memiliki salah satu inovasi terbaru yang mendukung pembelajaran berbasis murid yaitu "Taman Numerasi".
Taman Numerasi digunakan sebagai area belajar menyenangkan, interaktif, dan kolaboratif. Taman ini bertujuan menghubungkan pembelajaran numerasi dengan kehidupan nyata; mendorong minat, meningkatkan keterampilan berpikir logis, kritis, dan kreatif.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Gerakan Numerasi Nasional. Gerakan yang bertujuan memperkuat sumber daya manusia Indonesia di bidang Matematika, Sains, Teknologi, dan Pendidikan.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mendorong penguatan Gerakan Numerasi di satuan pendidikan sebagai bagian transformasi pembelajaran. Sejalan dengan upaya tersebut, SDN 04 Meruya Selatan menghadirkan inovasi pembelajaran bertajuk INTAN (Inovasi Taman Numerasi).
Kepala SDN 04 Meruya Selatan, Tri Susilawati mengatakan, INTAN merupakan langkah strategis membangun budaya numerasi yang menyenangkan, kontekstual, dan berkelanjutan bagi peserta didik. Berlokasi di Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Taman Numerasi INTAN dirancang sebagai ruang belajar interaktif.
"INTAN menfasilitasi siswa memahami konsep matematika melalui media konkret, permainan edukatif, serta aktivitas berbasis proyek. Pendekatan ini mendorong siswa untuk terampil berhitung, serta mampu berpikir kritis, logis, dan sistematis dalam memecahkan persoalan sehari-hari," kata Tri Susilawati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
INTAN dikemas dengan suasana belajar secara terbuka dan kolaboratif. Dengan begitu, siswa diharapkan dapat belajar sambil bermain dalam lingkungan yang inspiratif.
Menurutnya, inovasi ini lahir dari komitmen bersama untuk meningkatkan kualitas pembelajaran matematika. “Kami ingin numerasi menjadi budaya, bukan sekadar materi pelajaran," kata Tri.
"Melalui Taman Numerasi INTAN, siswa belajar dengan cara yang lebih menyenangkan dan bermakna. Sehingga dapat lebih meningkatkan kualitas pembelajaran,” ujarnya.
Tri berharap melalui inisiatif tersebut para siswa tidak lagi merasa takut dengan matematika, tetapi justru tertantang untuk mengeksplorasi. Senada dengan hal tersebut, salah satu guru, Komala Sari mengatakan, INTAN dirancang agar siswa belajar secara aktif dan kontekstual.
“Kami menghadirkan media yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan begitu, mereka memahami bahwa numerasi hadir di sekitar mereka,” katanya.
Menurut Sari, anak-anak menjadi lebih percaya diri saat menyelesaikan tantangan numerik karena belajar sambil bermain. Selain itu, lanjut dia, anak-anak menjadi lebih percaya diri saat menghadapi persoalan numerik.
Konsep tersebut menarik perhatian Profesor Sakai Chihiro dari Universitas Hokkaido, Jepang, yang berkunjung langsung ke SDN 04 Meruya Selatan. Di sana, Profesor Sakai melihat dan berinteraksi bersama guru serta murid dalam proses pembelajaran berbasis inovasi INTAN.
Inovasi INTAN menjadi bukti komitmen sekolah dan Indonesia dalam mendukung transformasi pendidikan. Praktik baik ini diharapkan dapat menginspirasi satuan pendidikan lain dalam menjawab berbagai tantangan dalam mendidik tunas bangsa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....