Menlu Dorong APT Perkuat Ketahanan Kawasan sebelum Krisis
- 27 Jul 2026 06:52 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menlu RI Sugiono mendorong ASEAN Plus Three (APT) memperkuat ketahanan kawasan sebelum krisis terjadi
- Indonesia menilai hampir tiga dekade kerja sama APT membuktikan pentingnya hasil konkret bagi kawasan
- RI mendorong penguatan APTERR melalui inovasi pertanian, rantai pasok, dan diversifikasi cadangan pangan
- Indonesia menyambut penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) melalui Rapid Financing Facility (RFF)
- Indonesia menyambut penguatan Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) melalui Rapid Financing Facility (RFF)
RRI.CO.ID, Manila – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong ASEAN Plus Three (APT) memperkuat ketahanan kawasan sebelum krisis terjadi. Menurutnya, kerja sama ASEAN bersama Jepang, Republik Rakyat Tiongkok (RRT), dan Republik Korea harus mampu menghasilkan manfaat nyata di tengah meningkatnya tantangan global.
Pernyataan tersebut disampaikan Sugiono dalam Pertemuan ke-27 Menteri Luar Negeri ASEAN Plus Three (APT) di Manila, Filipina, Rabu 23 Juli 2026. Ia mengatakan hampir tiga dekade kerja sama APT membuktikan bahwa kekuatan forum tersebut terletak pada hasil konkret, bukan sekadar retorika.
"APT lahir dari krisis. Masa depannya harus ditentukan oleh ketahanan yang kita bangun sebelum krisis terjadi," kata Sugiono.
Menurutnya, disrupsi global saat ini semakin memengaruhi pasar energi, pasokan pangan, dan rantai pasok kawasan. Karena itu, APT perlu terus berinovasi agar mampu memberikan manfaat yang dirasakan seluruh negara anggotanya.
Di sektor pangan, Indonesia mendorong pengembangan ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR) menjadi platform regional yang lebih luas. Sugiono mengatakan kerja sama tersebut perlu diperkuat melalui inovasi pertanian, penguatan rantai pasok pangan, serta diversifikasi cadangan pangan kawasan.
Pada sektor keuangan, Sugiono meminta hasil kerja sama APT dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat stabilitas ekonomi kawasan. Ia juga menyoroti perkembangan Chiang Mai Initiative Multilateralization (CMIM) sebagai mekanisme jaring pengaman keuangan regional.
"Indonesia menyambut baik perkembangan CMIM untuk mengimplementasikan Rapid Financing Facility (RFF) dan pengesahan roadmap menuju mekanisme penggunaan yang lebih efektif," ujarnya.
Sugiono juga menegaskan pentingnya memperkuat arsitektur kawasan yang berlandaskan Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP). Menurutnya, penguatan Sentralitas ASEAN akan meningkatkan kepercayaan terhadap APT sekaligus memperkuat kontribusinya bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran kawasan.
ASEAN Plus Three dibentuk pada 1997 sebagai forum kerja sama antara negara-negara ASEAN dengan Jepang, Republik Rakyat Tiongkok, dan Republik Korea. Pertemuan ke-27 Menteri Luar Negeri APT merupakan bagian dari rangkaian Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan Post Ministerial Conferences (PMC) ke-59 di Filipina.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....