Kapolri Soroti Pentingnya Peran Media di Era Perkembangan AI
- 26 Feb 2026 10:59 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyoroti pentingnya peran media di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang semakin pesat. Hal tersebut ia sampaikan dalam acara Berbuka Puasa Polri Bersama Insan Pers di Gedung Mabes Polri, Jakarta, Rabu, 25 Februari 2026.
Ia menilai, perkembangan teknologi informasi saat ini bergerak sangat cepat dan membawa dampak luas. Kemunculan deepfake berbasis artificial intelligence menghadirkan tantangan baru bagi ruang informasi publik.
“Tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri. Tentunya ini menjadi tantangan kita semua dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari,” ujarnya.
Sigit menyebut, Global Risk Report menempatkan misinformasi dan disinformasi sebagai salah satu risiko global utama. Fenomena tersebut berdampak langsung terhadap stabilitas informasi dan kepercayaan masyarakat luas.
“Masyarakat tidak boleh tenggelam dan terbawa arus misinformasi maupun disinformasi. Khususnya yang sangat luar biasa terjadi dan berkembang cepat di media sosial,” katanya.
Karena itu, ia menilai media menjadi harapan publik dalam menyampaikan informasi yang faktual dan terpercaya. Media diharapkan mampu menjaga kepercayaan masyarakat terhadap informasi resmi dan terverifikasi.
“Media harus menjadi alat kontrol sekaligus alat komunikasi yang mewakili suara publik. Khususnya bagi kami di Polri maupun institusi lain dalam merespons harapan masyarakat,” ucapnya.
Ia juga mengajak insan pers terus bersinergi dalam menjaga stabilitas keamanan nasional. Menurutnya, peran media sangat strategis dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa.
“Oleh karena itu kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media. Yang terus menyampaikan informasi secara profesional dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, tokoh agama Ustaz Das’ad Latif , mengatakan pentingnya fastabiqul khairat atau berlomba-lomba dalam melakukan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap profesi, menurutnya, memiliki bentuk sedekah sesuai tugas dan tanggung jawabnya.
“Sedekahnya jurnalis adalah memberikan berita yang mengedukasi, mendidik, dan menghibur masyarakat luas. Informasi tersebut juga harus menjaga persatuan Republik Indonesia,” ucapnya.
Ia berharap, pesan tersebut menjadi pengingat bagi setiap profesi untuk terus memberi manfaat kepada semua orang. Menurutnya, pengabdian yang tulus adalah bentuk sedekah terbaik bagi bangsa dan negara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....