Pemerintah Perkuat Transformasi PMI Jadi Tenaga Terampil

  • 25 Feb 2026 11:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Pemerintah memperkuat strategi transformasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) menjadi tenaga kerja terampil dan berdaya saing global. Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar.

“Saya akan segera rapat dengan para duta besar, untuk membahas prospek pasar dan persiapan pemberangkatan tenaga kerja terampil minimal lulusan SMK dan SMA. Arah kebijakan penempatan kini tidak lagi mengejar kuantitas, tetapi kualitas serta akses negara berupah tinggi,” kata pria yang akrab disapa Cak Imin ini dalam keterangannya, Rabu, 25 Februari 2026.

Ia menekankan, pemerintah menargetkan lulusan pendidikan menengah dan vokasi bekerja di sektor menguntungkan luar negeri. Menurutnya, peran atase ketenagakerjaan dan perwakilan RI di luar negeri sangat penting untuk membuka akses pasar kerja yang lebih luas.

“Saya sampaikan kepada para duta besar di berbagai negara untuk segera menyiapkan satu skema bisnis proses yang lebih detail. Jadi, kita tidak ingin yang berangkat ke luar negeri di bawah lulusan SMK atau SMA, karena risikonya lebih besar,“ ucap Muhaimin menegaskan.

Ia menambahkan, peluang tenaga kerja terampil Indonesia kini terbuka lebar di berbagai sektor global menjanjikan. Sehingga, pemerintah akan memfasilitasi proses penempatan secara optimal.

“Dengan skill workers peluangnya sangat bagus, tugas kami untuk memfasilitasi itu. Bapak Presiden sangat mendukung agar warga kita yang ingin bekerja ke luar negeri dengan prospek bagus bisa difasilitasi,” ujarnya.

Selain itu, Cak Imin menyampaikan pemerintah memperkuat ekosistem pelatihan terpadu. Salah satunya melalui peningkatan kualitas SMK, pelatihan vokasi berbasis kebutuhan pasar internasional, serta sertifikasi kompetensi berstandar global.

“Insyaallah mulai Juni, Juli, September sudah mulai siap memberangkatkan tenaga kerja skill ke berbagai negara. Kita berharap strategi ini mampu mengubah wajah PMI menjadi tenaga profesional yang kompeten dan produktif,“ kata Muhaimin menegaskan.

Sementara itu, Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Mukhtarudin mengatakan, perlindungan PMI yang ikut program SMK Go Global juga jadi perhatian. Salah satu langkahnya dengan meningkatkan keahlian mereka.

“Kita melakukan peningkatan kualitas pekerja migran yang kita berangkatkan ke luar itu adalah yang sudah minimal. Sehingga diharapkan dengan mereka mempunyai pendidikan yang lebih layak dan kita latih lagi melalui vokasi dengan uji kompetensi yang ketat dari negara penempatan,” kata Mukhtarudin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....