Muhaimin Luncurkan Pembangunan 10 Ribu MCK untuk Pesantren di Seluruh Indonesia
- 04 Agt 2026 18:36 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menko Pembangunan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, meresmikan pembangunan 10.000 kamar mandi, cuci, kakus (MCK) untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia.
- Ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperkuat kualitas hidup santri melalui penyediaan sanitasi yang layak.
RRI.CO.ID, Cianjur – Pemerintah akan membangun 10.000 kamar mandi, cuci, kakus (MCK) untuk pondok pesantren di seluruh Indonesia. Program tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas hidup santri melalui penyediaan sanitasi yang layak.
Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, melakukan groundbreaking pembangunan fasilitas tersebut pada Selasa 4 Agustus 2026. Kegiatan itu dilakukan di di Pondok Pesantren Miftahul Huda Al Musri, Cianjur, Jawa Barat.
Muhaimin menegaskan transformasi pesantren harus diawali pemenuhan kebutuhan dasar, termasuk lingkungan sehat dan sanitasi yang layak. Menurut dia, hal itu penting untuk mendukung kualitas hidup serta proses belajar santri secara optimal.
“Transformasi pesantren harus dimulai dari sanitasi yang layak demi menciptakan generasi sehat, produktif, dan berdaya,” ujarnya. “Santri harus belajar di lingkungan sehat, bersih, dan bermartabat.”
Muhaimin mengatakan pembangunan fasilitas sanitasi di pesantren menjadi investasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Menurut dia, sanitasi layak mendukung kesehatan, pendidikan, dan produktivitas para santri.
“Program 10 ribu MCK merupakan tindak lanjut hasil audit terhadap 80 pondok pesantren di sembilan provinsi,” ucapnya. “Audit tersebut memeriksa kondisi bangunan, air minum, dan sistem sanitasi.”
Menurut Menko, hasil audit menunjukkan 97,5 persen bangunan pondok pesantren belum memenuhi standar penyediaan air minum. Bahkan belum ada yang memenuhi standar pengelolaan air limbah domestik, dan banyak fasilitas MCK di pesantren belum sesuai SNI.
“Ada tiga persoalan utama yaitu sanitasi rendah, keterbatasan MCK, dan lemahnya pemeliharaan sarana,” katanya. “Hal itu berpotensi mengganggu kesehatan santri serta proses belajar.”
Muhaimin menegaskan pesantren memiliki peran strategis sebagai pusat pendidikan, pemberdayaan ekonomi, pengembangan UMKM, dan pembinaan karakter bangsa. Karena itu, lanjut dia, peran-peran tersebut perlu diperkuat melalui dukungan pemerintah.
“Membangun pesantren bukan hanya membangun gedung tetapi juga kualitas manusianya,” ucapnya. “Ketika santri sehat, proses belajar berjalan baik dan produktivitas meningkat,” ujarnya.
Sehingga, lanjut Menko, pesantren akan semakin optimal menjalankan perannya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. “Pesantren telah menjadi salah satu pilar penting pembangunan bangsa selama ratusan tahun,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....