Peringatan 400 Tahun Syekh Yusuf, Kemenbud Akan Siapkan Prangko Spesial
- 05 Agt 2026 15:40 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kemenbud meluncurkan prangko 400 tahun Syekh Yusuf pada Oktober 2026 sebagai bagian peringatan tokoh nasional yang diakui Indonesia dan Afrika Selatan.
- Pemerintah membangun Rumah Budaya Indonesia dan Museum Syekh Yusuf di Cape Town untuk memperkuat diplomasi budaya serta edukasi sejarah.
- Sebanyak 23 karya tasawuf Syekh Yusuf akan diterbitkan kembali guna melestarikan warisan pemikiran dan memperkenalkannya kepada generasi muda.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menyiapkan rangkaian peringatan 400 tahun Syekh Yusuf Al-Makassari melalui berbagai program pelestarian sejarah budaya nasional. Salah satu agenda utamanya ialah peluncuran prangko edisi khusus yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 mendatang.
Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon mengatakan peluncuran prangko dilakukan bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi). Pemerintah berharap inisiatif itu dapat memperkenalkan kembali perjuangan Syekh Yusuf kepada masyarakat Indonesia maupun dunia internasional.
"Kami berencana meluncurkan prangko peringatan 400 tahun Syekh Yusuf pada Oktober mendatang. Peluncuran ini melalui kerja sama bersama Kementerian Komunikasi dan Digital," katanya saat menghadiri Bincang Santai Pemajuan Kebudayaan, Gedung Kementerian Kebudayaan, Jakarta Selatan, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, Syekh Yusuf dikenal sebagai tokoh yang memiliki tempat istimewa dalam sejarah Indonesia dan Afrika Selatan. Hal itu dikarenakam jasa perjuangannya melawan kolonialisme.
Ia bahkan menjadi satu-satunya Pahlawan Nasional Indonesia yang juga mendapat pengakuan sebagai pahlawan nasional di Afrika Selatan. Momentum ini, kata dia, diharapkan memperkenalkan kembali keteladanan Syekh Yusuf kepada masyarakat sekaligus memperkuat sejarah perjuangan bangsa Indonesia.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa peringatan 400 tahun Syekh Yusuf juga diisi berbagai kegiatan kebudayaan. Kegiatan tersebut nantinya akan digelar di Banten dan Sulawesi Selatan.
Kedua daerah tersebut memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan hidup Syekh Yusuf sebelum menjalani masa pengasingan oleh VOC. Menurutnya, Syekh Yusuf tidak hanya dikenal sebagai ulama, tetapi juga pemimpin perjuangan yang aktif melawan penjajahan Belanda pada masanya.
Setelah ditangkap, ia diasingkan ke Batavia, Sri Lanka, hingga Cape Town dan tetap menyebarkan ajaran Islam serta semangat perjuangan. "Di setiap tempat pengasingannya, Syekh Yusuf terus menyebarkan nilai keislaman, ilmu pengetahuan, serta semangat perjuangan kepada masyarakat setempat," ucapnya.
Selain menerbitkan prangko, pemerintah juga membangun Rumah Budaya Indonesia sekaligus Museum Syekh Yusuf di Cape Town, Afrika Selatan. Lokasi tersebut berada di sekitar makam Syekh Yusuf sebagai pusat edukasi sejarah dan penguatan hubungan budaya kedua negara.
Museum itu nantinya menjadi tempat pembelajaran Bahasa Indonesia bagi komunitas keturunan Indonesia yang bermukim di Afrika Selatan. Pemerintah berharap kehadiran pusat budaya tersebut mempererat hubungan sejarah sekaligus menjaga identitas budaya Indonesia lintas generasi.
Sementara itu, warisan pemikiran Syekh Yusuf terus hidup melalui puluhan karya tasawuf yang ditinggalkannya. "Karya-karya sufi ya yang sekarang rencananya sedang kita bukukan, ada 23 karya sufi dari Syekh Yusuf ini," ujarnya.
Program peringatan 400 tahun Syekh Yusuf diharapkan semakin memperluas pengenalan tokoh bangsa yang berpengaruh hingga tingkat internasional. Pemerintah juga ingin memperkuat diplomasi budaya Indonesia melalui pelestarian sejarah serta warisan pemikiran para pahlawan nasional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....