Ketum MUI Ajak Masyarakat Sambut Ramadan dengan Hati Gembira

  • 21 Feb 2026 09:00 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Ketua Umum MUI, Anwar Iskandar menyampaikan ucapan selamat menyambut bulan suci Ramadan kepada seluruh umat Islam di Indonesia. Ia mengajak masyarakat menyambut Ramadan dengan hati gembira, penuh syukur, dan kesungguhan dalam beribadah.

“Marhaban ya Ramadan, selamat datang bulan suci Ramadan, mari kita sambut dengan hati yang gembira. Karena Allah membuka pintu rahmat, pintu maghfirah, dan pintu keberkahan seluas-luasnya,” ujar Anwar dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Menurutnya, kegembiraan menyambut Ramadan bukan sekadar seremonial. Hal itu merupakan wujud syukur atas kesempatan meningkatkan kualitas iman dan takwa.

“Ramadan adalah kesempatan yang sangat mahal. Tidak semua orang diberi umur panjang untuk bertemu kembali dengan bulan yang penuh kemuliaan ini,” katanya.

Anwar juga mengingatkan umat Islam mempersiapkan diri secara lahir dan batin. Ia menekankan pentingnya memperbanyak ibadah serta memperkuat kepedulian sosial.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, melainkan juga menahan lisan, menjaga tangan. Juga menjaga seluruh anggota badan dari perbuatan yang tidak diridhai Allah,” ucap Anwar.

Ia berharap Ramadan menjadi momentum perbaikan diri dan penguatan persaudaraan umat. Ia juga mendoakan agar seluruh umat Islam mampu menjalankan ibadah dengan lancar dan meraih derajat takwa.

“Semoga Allah memberikan kekuatan lahir dan batin kepada kita semua. Sehingga Ramadan ini benar-benar membawa keberkahan dan menjadikan kita pribadi yang lebih bertakwa,” kata Anwar.

Sementara, Menteri Agama, Nasaruddin Umar mengajak umat mengusung Ramadan Hijau, menebarkan kelembutan dan kepedulian lingkungan. Ia menekankan, pentingnya menghadirkan sifat lembut dalam beragama.

“Allah SWT lebih menonjolkan diri-Nya sebagai the God, bukan the Lord. God itu feminin, Lord itu maskulin. Allah memperkenalkan diri-Nya sebagai yang Maha Lembut,” kata Nasaruddin Umar saat sambutan di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu, 18 Februari 2026.

Menag mengajak jemaah menjadikan Ramadan momentum menjinakkan diri, melembutkan hati, serta membersihkan pikiran dan perilaku. Menurut dia, menjadi pribadi yang “hijau” berarti bersikap ramah, teduh, serta bersahabat dengan alam, bukan “merah” yang identik dengan kemarahan.

“Tema Ramadan Hijau tahun ini kami arahkan menumbuhkan kesadaran menjaga kelestarian lingkungan dalam kehidupan beragama sehari-hari. Masjid Istiqlal telah memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya melalui pemasangan panel di atap masjid,” ucap Nasaruddin.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....