Bapanas Sebut Harga Cabai Tinggi karena Hujan
- 18 Feb 2026 15:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Badan Pangan Nasional (Bapanas) menemukan harga cabai tinggi di daerah produsen akibat panen terhambat cuaca. Hujan membuat petani tidak bisa memetik meski tanaman siap panen.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan kondisi ini terkonfirmasi dari data lapangan. Temuan tersebut selaras dengan data Badan Pusat Statistik dan panel harga pangan.
"Nah, ini hujan ini yang menyebabkan memang bukan tidak ada barang, barang sangat banyak di Standing Crop-nya, tapi tidak ada yang berani metik. Ini menjadi tantangan tersendiri," katanya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 di Jakarta, Rabu 18 Februari 2026.
Harga cabai di Pasar Induk Kediri tercatat mencapai Rp98 ribu per kilogram. Di pelelangan Sleman, petani menerima harga sekitar Rp75 ribu per kilogram.
Menurutnya, kenaikan bukan disebabkan kekurangan produksi di tingkat budidaya. Stok tersedia, tetapi distribusi terhambat karena intensitas hujan tinggi.
“Hujan terus-menerus membuat petani tidak berani memetik cabai,” ujarnya dalam Rakor Pengendalian Inflasi Daerah.
Bapanas menyiapkan langkah intervensi dengan mencari pasokan dari daerah terdekat. Cabai dari Bandung, Lembang, dan Garut akan didorong ke pasar induk.
Distribusi difokuskan ke Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Induk Tanah Tinggi. Penambahan pasokan ditargetkan menurunkan harga di tingkat grosir.
Penurunan harga di pasar induk diharapkan menekan harga di tingkat konsumen. Intervensi dilakukan agar kenaikan tidak menembus Rp100 ribu per kilogram.
Harga cabai di sentra produksi tetap tinggi meski ketersediaan tanaman melimpah. Kondisi ini dipicu hujan yang menghambat proses panen.
Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan petani tidak berani memetik saat hujan. Akibatnya pasokan ke pasar induk berkurang dan harga meningkat.
Harga cabai di Pasar Induk Kediri sempat mencapai Rp98.000 per kilogram. Di pelelangan Sleman, harga yang diterima petani sekitar Rp75.000.
| Baca juga: GPM Bantu Warga Cariu Dapat Pangan Murah |
Menurutnya, harga sebenarnya mulai turun saat cuaca cerah. Namun hujan kembali terjadi sehingga panen tertunda.
Ia memastikan stok cabai di lahan dalam kondisi cukup. Permasalahan utama berada pada proses panen dan distribusi.
Bapanas menyiapkan mobilisasi pasokan dari sentra terdekat di Jawa Barat. Cabai akan didorong ke Pasar Induk Kramat Jati dan Tanah Tinggi.
Langkah ini ditargetkan menurunkan harga sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000 per kilogram. Intervensi dilakukan agar harga tidak menembus Rp100.000 di tingkat konsumen.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga cabai rawit hingga pekan kedua Februari 2026 mencapai Rp67.038 per kilogram. Angka tersebut meningkat 16,60 persen dibandingkan Januari dan berada jauh di atas Harga Acuan Penjualan sebesar Rp57 ribu.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan kenaikan harga terjadi merata di berbagai daerah. Sebanyak 210 kabupaten dan kota mengalami peningkatan Indeks Perkembangan Harga cabai rawit.
"Kalau kita bandingkan dengan HAP-nya Rp57 ribu. Maka relatif cukup jauh di atas HAP," katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....