Mengulas Sejarah Hari Kanker Anak Sedunia Diperingati 15 Februari
- 15 Feb 2026 11:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Hari Kanker Anak Sedunia diperingati setiap tanggal 15 Februari sebagai kampanye global meningkatkan kesadaran terhadap kanker anak. Peringatan ini juga menjadi bentuk dukungan bagi anak, remaja penderita kanker, penyintas, serta keluarga mereka.
Momentum internasional tersebut tidak sekadar seremoni tahunan, melainkan pengingat bahwa kanker anak masih menjadi tantangan kesehatan dunia. Melalui peringatan ini, berbagai pihak diajak memperkuat solidaritas dan mendorong pemerataan akses layanan kesehatan.
Sejarah Hari Kanker Anak Sedunia
Melansir National Today, Hari Kanker Anak Sedunia dibuat oleh organisasi Childhood Cancer International (CCI) pada tahun 2002. Penetapan tersebut bertujuan memastikan anak penderita kanker memperoleh perawatan terbaik secara global.
CCI menetapkan momentum ini untuk meningkatkan kesadaran mengenai kanker anak dan ketersediaan penanganannya. Hari tersebut juga membantu mempublikasikan keberadaan layanan onkologi pediatrik yang memerlukan rencana penanganan khusus.
Sebagian besar kanker memiliki metode pengobatan efektif yang meningkatkan tingkat kesintasan secara signifikan. Namun, kanker anak membutuhkan pendekatan spesifik oleh dokter spesialis onkologi pediatrik.
Hari Kanker Anak Sedunia juga digambarkan sebagai upaya meningkatkan kualitas pengobatan serta mengurangi rasa sakit akibat kanker pada anak. Peringatan ini menyoroti pentingnya pemerataan akses pengobatan bagi penderita dan penyintas kanker anak.
Momentum internasional tersebut bertujuan menyediakan perawatan medis dan psikologis terbaik tanpa memandang lokasi atau latar belakang sosial ekonomi. Melalui peringatan ini, dunia membayangkan masa depan ketika semua anak memperoleh dukungan optimal di mana pun mereka tinggal.
Melansir Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), setiap tahun sekitar 400.000 anak usia 0-19 tahun didiagnosis kanker. Jenis terbanyak meliputi leukemia, kanker otak, limfoma, serta tumor solid seperti neuroblastoma dan tumor Wilms.
Di negara berpendapatan tinggi, lebih dari 80 persen kasus kanker anak dapat diatasi secara efektif. Namun di negara berpendapatan rendah dan menengah, tingkat pengobatan berhasil kurang dari 30 persen.
Rendahnya angka harapan hidup dipicu keterlambatan diagnosis dan keterbatasan terapi yang dapat diakses. Selain itu, penghentian pengobatan, toksisitas, serta kambuhnya penyakit turut memperburuk kondisi.
Karena itu, WHO memfasilitasi pemerintah membangun program kanker anak berkualitas secara berkelanjutan. Targetnya meningkatkan setidaknya 60 persen kelangsungan hidup anak penderita kanker pada 2030.
Penyebab dan Faktor Risiko
Kanker dapat menyerang berbagai usia dan bagian tubuh akibat perubahan genetik pada sel tunggal. Perubahan tersebut dapat berkembang menjadi tumor, menyerang organ lain, dan berakibat fatal jika tidak diobati.
Berbeda dengan kanker dewasa, sebagian besar kanker anak tidak memiliki penyebab yang diketahui. Penelitian menunjukkan sangat sedikit kasus kanker anak disebabkan faktor lingkungan atau gaya hidup.
Upaya pencegahan difokuskan pada perilaku yang mencegah risiko kanker saat dewasa. Beberapa infeksi kronis seperti HIV, virus Epstein-Barr, dan malaria menjadi faktor risiko tertentu.
Infeksi tersebut relevan terutama di negara berpendapatan rendah dan menengah. Vaksinasi hepatitis B dan human papillomavirus dianjurkan untuk mencegah kanker hati dan serviks.
Data terbaru menunjukkan sekitar 10 persen anak penderita kanker memiliki predisposisi faktor genetik. Penelitian lanjutan masih diperlukan untuk mengidentifikasi faktor yang memengaruhi perkembangan kanker anak.
Melalui Hari Kanker Anak Sedunia, dunia diingatkan pentingnya deteksi dini, terapi tepat, serta dukungan berkelanjutan. Upaya kolektif diharapkan mampu menutup kesenjangan layanan dan meningkatkan harapan hidup anak-anak di seluruh dunia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....