Ramadan, Mendag Pastikan Stabilitas Harga Bapok di Palembang
- 12 Feb 2026 18:34 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Palembang - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menjamin stabilitas harga barang kebutuhan pokok (bapok) saat meninjau Pasar KM 5 Palembang. Budi menyatakan bahwa ketersediaan stok pangan sangat mencukupi bagi masyarakat menjelang datangnya bulan suci Ramadan.
Pemerintah melakukan pemantauan harga harian secara intensif melalui sistem digital guna mendeteksi fluktuasi komoditas secara cepat. Langkah mitigasi segera diambil bersama pemerintah daerah jika ditemukan adanya kenaikan harga yang tidak wajar.
“Kita lihat harga bagus-bagus, harga ayam tadi Rp38.000/kg sedangkan Harga Acuan (HA)-nya Rp40.000/kg, kemudian telur Rp29.000/kg sedangkan HA-nya Rp30.000/kg. Kami pastikan untuk Ramadan dan Lebaran ini harga-harga terkendali dan pasokan terjamin,” ujar Budi Santoso di Palembang, Kamis, 12 Februari 2026.
Hasil pengawasan menunjukkan bahwa mayoritas harga pangan masih berada di bawah ketentuan harga eceran tertinggi pemerintah. Komoditas beras medium serta daging sapi terpantau dijual dengan harga yang relatif normal bagi para konsumen.
Pemerintah terus memperkuat koordinasi dengan para pemasok barang guna mengantisipasi gangguan distribusi selama musim hujan. Pengawasan melalui sistem pemantauan pasar memungkinkan kementerian untuk bertindak sigap terhadap dinamika harga di tingkat kabupaten.
“Kami (Kemendag) setiap hari bisa memantau Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP). Kalau ada yang naik, kami segera koordinasi dengan dinas di daerah dan para pemasok,” kata Budi.
Peningkatan pasokan minyak goreng rakyat diharapkan semakin efektif melalui regulasi baru yang mewajibkan penyaluran melalui BUMN. Kebijakan tersebut bertujuan untuk memastikan ketersediaan barang di pasar rakyat tetap melimpah dengan harga terjangkau.
Namun, kendala cuaca ekstrem telah menyebabkan harga cabai rawit merah mengalami lonjakan cukup signifikan di pasaran. Keterlambatan masa petik akibat hujan terus-menerus menjadi faktor utama yang memicu kenaikan harga komoditas pedas tersebut.
“Ada yang naik memang, cabai rawit (merah) tadi Rp80.000/kg, seharusnya Rp57.000/kg dan kami sudah koordinasi. Dari sisi panennya tidak ada masalah, tapi cuaca hujan membuat waktu petik panennya terlambat,” ucap Budi.
Salah satu pedagang bapok di Pasar KM 5, Kaong Bie Fong mengatakan bahwa permintaan minyak goreng masih terlihat stabil. Kaong memproyeksikan lonjakan aktivitas belanja warga baru akan terjadi saat memasuki masa awal serta akhir puasa.
Pelaku usaha tersebut menaruh harapan besar agar pemerintah mampu menjaga tren harga tetap stabil dalam jangka panjang. Stabilitas harga sangat penting untuk melindungi daya beli masyarakat sekaligus menjaga kelangsungan bisnis para pedagang kecil.
“Harapannya, bisa stabil terus seperti sekarang. Jangan naik-naik lagi, kasihan yang beli, kita yang jual juga kasihan,” ujar Kaong.
Pedagang telur, Lili menegaskan bahwa pasokan barang dari distributor hingga saat ini berjalan sangat lancar. Stok harian selalu tersedia untuk memenuhi kebutuhan protein masyarakat dengan kisaran harga yang masih tergolong murah.
“Stoknya ada terus, harga di pasaran sekitar Rp27.000-28.000/kg, atau Rp29.000/kg paling tingginya. Harapannya, harga terus stabil dan stok mencukupi,” ujar Lili.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....