Kemdiktisaintek Siapkan Fleksibilitas Akademik bagi Mahasiswa Terdampak Gempa
- 18 Agt 2026 18:35 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan fleksibilitas akademik bagi mahasiswa terdampak gempa bumi magnitudo 7,7
- Penyesuaian dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan sivitas akademika
- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas dalam kondisi bencana
RRI.CO.ID, Jakarta - Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengimbau perguruan tinggi di Nusa Tenggara Timur (NTT) menerapkan fleksibilitas akademik bagi mahasiswa terdampak gempa bumi magnitudo 7,7. Penyesuaian dilakukan untuk menjaga keberlanjutan pendidikan dengan tetap mengutamakan keselamatan sivitas akademika.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto mengatakan keselamatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan menjadi prioritas dalam kondisi bencana. “Dalam situasi bencana seperti ini, yang pertama harus kita pastikan adalah keselamatan sivitas akademika. Setelah itu kita bersama-sama memastikan proses pendidikan tetap dapat berjalan dengan penyesuaian yang diperlukan,” kata Brian, Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurut Brian, perguruan tinggi dapat menerapkan pembelajaran jarak jauh maupun metode pembelajaran alternatif apabila kondisi jaringan dan infrastruktur memungkinkan. Perguruan tinggi juga dapat menyesuaikan jadwal serta menunda kegiatan akademik yang mengharuskan mahasiswa berada di lokasi yang belum aman.
Fleksibilitas dapat diterapkan pada perkuliahan, praktikum, ujian, tugas akhir, penelitian, maupun kegiatan akademik lainnya. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memastikan mahasiswa tidak dirugikan akibat kondisi kedaruratan pascagempa.
Brian menegaskan kegiatan pembelajaran tatap muka di wilayah terdampak harus mempertimbangkan kondisi keamanan fasilitas. Keselamatan mahasiswa dan tenaga pendidik harus dipastikan sebelum kegiatan akademik kembali berlangsung secara normal.
“Kemdiktisaintek akan terus berkoordinasi dengan perguruan tinggi dan pemangku kepentingan terkait dalam memastikan keselamatan sivitas akademika, mendukung respons perguruan tinggi terhadap masyarakat terdampak. Serta menjaga keberlanjutan pendidikan tinggi selama proses pemulihan pascagempa NTT,” ujarnya.
Sementara itu, pemerintah terus melakukan penanganan darurat dan mempercepat pemulihan pascagempa yang mengguncang kawasan Flores. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengatakan pemerintah telah melakukan koordinasi langsung di NTT sejak awal kejadian.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat segera ditangani. “Sejak hari pertama kejadian kami sudah berada di NTT untuk meninjau lapangan dan membahas percepatan pemulihan,” kata Pratikno.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....