Gempa Magnitudo 7,7 Ganggu Aktivitas Ekonomi NTT, Empat Pasar Rusak

  • 19 Agt 2026 12:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa M7,7 Mulai Ganggu Aktivitas Ekonomi NTT, terutama rantai pasok, distribusi barang, pasar, dan kegiatan UMKM yang berpotensi memicu kenaikan harga.
  • Empat Pasar Mengalami Kerusakan, termasuk Pasar Inpres Ruteng di Manggarai yang mengalami kerusakan berat sehingga aktivitas sementara dihentikan demi keselamatan.
  • Gempa Susulan Capai 2.768 Kejadian, dengan magnitudo terbesar 6,2. Sebanyak 81 gempa dirasakan masyarakat dan 24 gempa berkekuatan di atas M5.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai menguji ketahanan rantai pasok dan aktivitas ekonomi daerah. Gangguan pasar, distribusi barang, hingga aktivitas UMKM berpotensi menekan pasokan dan mendorong kenaikan harga apabila tidak segera dipulihkan.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa M7,7 terjadi pada Sabtu, 15 Agustus 2026. Gempa tersebut terjadi di sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, NTT, dengan kedalaman 15 kilometer.

Gempa tersebut sempat memicu peringatan dini tsunami, tetapi BMKG menyatakan potensi tsunami telah berakhir. Hingga 18 Agustus 2026 pukul 05.00 WIB, BMKG mencatat 2.119 gempa bumi susulan setelah gempa Flores M7,7.

Dari jumlah tersebut, gempa susulan dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2, sedangkan yang terkecil bermagnitudo 1,3. Sebanyak 24 gempa susulan tercatat bermagnitudo di atas 5, sementara 70 gempa susulan dirasakan masyarakat.

Dampak gempa juga mulai dirasakan sektor perdagangan. Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat empat pasar mengalami kerusakan, dengan Pasar Inpres Ruteng di Kabupaten Manggarai mengalami kerusakan berat.

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan, kerusakan terjadi pada sejumlah tiang pasar. Menurutnya, pemerintah telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menghentikan sementara aktivitas di lokasi tersebut demi keselamatan pedagang.

"Berkaitan dengan penanganan bencana di NTT, ini kaitannya dengan pasar. Jadi setelah kita identifikasi memang ada empat pasar yang mengalami rusak, tapi yang rusak itu ada satu, Pasar Inpres Ruteng di Manggarai," katanya dalam keterangan pers yang diterima RRI, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sebelumnya, Aktivitas gempa bumi susulan masih terus terjadi di NTT, hingga hari ini, Rabu, 19 Agustus 2026. Tepatnya, setelah gempa utama berkekuatan magnitudo 7,7 mengguncang NTT pada Sabtu, 15 Agustus 2026.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat, sebanyak 2.768 gempa susulan hingga Rabu ini, pukul 05.00 WIB. Data tersebut disampaikan BMKG melalui akun Instagram resminya, @infobmkg, pada Rabu.

Dari ribuan gempa susulan yang tercatat, sebanyak 81 gempa dirasakan oleh masyarakat di wilayah terdampak. BMKG juga mencatat gempa susulan dengan kekuatan terbesar mencapai magnitudo 6,2.

"Sementara itu, terdapat 24 gempa susulan dengan magnitudo di atas magnitudo 5. Gempa dengan kekuatan paling kecil tercatat bermagnitudo magnitudo 1,1," kata BMKG dalam keterangan persnya, di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....